Fashion Girl

Vector design with Adobe Illustrator

Vector Design

Saving Your Vector Illustrations using Adobe Illustrator

Zahra Creative Design Studio

Assalamualaikum..

Kamis, 06 Juni 2013

Analisis SWOT PLN



Tentu hampir semua orang dari seluruh lapisan masyarakat telah mengenal baik PLN secara garis besarnya. “PLN atau Perusahaan Listrik Negara adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengurusi listrik.” Ya, itulah opini singkat yang dijaring dari publik bila ditanya perihal “Apa itu PLN ?.”

Dan kemudian ketika dijelaskan secara mendetail mengenai maksud opini publik tersebut pada kalimat PLN adalah BUMN yang mengurusi listrik. Maka akan didapat penjelasan lainnya bahwa maksud mereka adalah:
 “PLN adalah perusahaan tunggal atau satu-satunya yang mempunyai kuasa penuh untuk menyediakan tenaga listrik. Dimulai dari proses penciptaan listrik, pembangkitan, penyaluran, hingga distribusi tenaga listrik tersebut ke seluruh tempat (daerah-daerah di Indonesia). PLN juga lah yang melakukan kontrol penuh terhadap eksplorasi sumber daya alam dan energi untuk penciptaan tenaga listrik secara kontinyu (berkelanjutan). Dan PLN juga lah yang melakukan proses perencanaan sampai realisasi pembangunan sarana dan prasarana penyediaan tenaga listrik di seluruh tempat, serta mencakup pembaharuan dari sistem atau alat yang sudah usang. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa PLN adalah satu-satunya perusahaan yang mempunyai kuasa penuh untuk mengurusi listrik.

Dan selanjutnya, saya coba menggambarkan situasi dan kondisi yang masih dan sedang dialami oleh masyarakat secara nasional perihal tentang listrik di tempat mereka tinggal masing-masing. Penjelasan detailnya berikut dibawah ini:

Jika digambarkan dari hasil survey menurut hemat pemikiran saya yang didapat dari pengetahuan saya selama ini. Maka masyarakat Indonesia seolah akan terbagi-bagi ke dalam per tiga kelompok dengan jumlah yang sangat besar ketika memberikan penilaian terhadap PLN atas pertanyaan yang sama mengenai, yaitu:
“Adakah atau bagaimana pasokan listrik yang ada di rumah anda ?.” Dasar pertanyaan ini adalah jangkauan listrik yang belum sepenuhnya merata menyentuh seluruh daerah di Indonesia, dan yang belum sepenuhnya menyala hingga 24 jam penuh. Jadi dari pertanyaan tersebut diatas, maka akan didapat tiga jawaban besar yang meliputi:

1. Masyarakat kelompok pertama yang tinggal di daerah atau kota-kota besar tentu serentak menjawab kurang lebih akan seperti ini:
“Pasokan listrik di rumah kami aman terkendali, dalam kata lain berjalan lancar seperti biasa. Setiap hari listrik terus mengalir, dan kami pun bisa menyalakan listrik kapanpun kami mau. Menurut kami kinerja PLN sangat lah baik.”

2. Masyarakat kelompok kedua yang juga tinggal di daerah atau kota-kota besar, tapi khusus mereka yang sering terkena pemadaman bergilir atau listrik hanya menyala pada jam-jam tertentu. Sering disini bisa dalam artian dalam tingkatan dimulai dari Jarang sampai dengan Sangat Sering. Tentu mereka serentak menjawab kurang lebih akan seperti ini:
“Pasokan listrik di rumah kami di saat jam-jam tertentu sering mati secara tiba-tiba, atau pasokan listrik di rumah kami hanya menyala pada jam-jam tertentu saja. Padahal ketika itu kami sangat amat membutuhkan pasokan listrik untuk aktivitas rutinitas kami setiap hari. Baik itu ketika sedang bekerja (ini untuk mereka yang berstatuskan pekerja). Sedang belajar-mengajar (ini untuk mereka yang berstatuskan pelajar, guru, dosen, dan mereka yang bekerja dalam ruang lingkup pendidikan). Sedang memproduksi barang/makanan/produk lain untuk dijual (ini untuk mereka yang berstatuskan pelaku wirausaha). Dan banyak lagi status masyarakat lainnya yang tak mungkin untuk dijabarkan secara satu-persatu. Tiga status masyarakat diatas hanya sebagai contoh. “Kami kecewa dengan kinerja PLN yang tidak profesional dalam memberikan layanan listrik, padahal kami selalu bayar tagihan listrik tepat waktu. Kami juga kecewa dengan PLN yang tidak memberikan keadilan bagi kami untuk persoalan listrik, padahal kami amat mendambakan listrik untuk bisa menyala selama 24 jam penuh di tempat kami tinggal.”

3. Dan masyarakat kelompok ketiga yang tinggal di daerah-daerah terpencil, khusus tempat mereka tinggal yang belum dialiri oleh listrik, tentu mereka serentak menjawab kurang lebih akan seperti ini: “Listrik ?. Sampai detik ini kami belum pernah menikmati listrik.”

Kalimat diatas yang berupa penggambaran masyarakat ke dalam per tiga kelompok, bukan bermaksud untuk mengkotak-kotakkan masyarakat atau menggiring publik untuk berpandangan negatif terhadap PLN. Tetapi saya selaku penulis-menurut pemikiran hemat saya. Saya mencoba untuk menggambarkan beberapa situasi dan kondisi dari realita yang masih terjadi dan sampai sekarang ini masih berlangsung seperti pada kalimat diatas. Saya pun yakin, dalam hal ini PLN itu sendiri, serta kelompok jajaran manajemen petinggi PLN/organisasi atau lembaga swasta yang turut bekerja sama/kementerian atau pemerintah dari pihak negeri, secara garis besarnya orang-orang yang mengurusi dan berkompeten dalam mengurusi persoalan listrik. Tentunya sudah dan sedang membenahi persoalan tersebut. Saya percaya dan tidak meragukan itu.

Hal itu dibuktikan dari adanya Rencana Strategis RUPTL (Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listik) Tahun 2011-2020 yang telah dipublikasikan oleh PLN, dan bisa diunduh melalui website PLN www.pln.co.id . RUPTL ini merupakan sebuah pedoman pengembangan  sistem kelistrikan bagi PLN sepuluh tahun mendatang yang optimal, disusun untuk mencapai tujuan tertentu serta berdasarkan pada kriteria perencanaan dan kebijakan tertentu.

Untuk menyempurnakan apa yang telah ada, atau apa yang belum tercapai. RUPTL PLN pun dari tahun ke tahun selalu diperbaharui, Menurut data melalui website PLN: RUPTL ini dimulai dari tahun 2009-2018, lalu dilakukan pembaharuan dari tahun 2010-2019, dan untuk terakhir sampai saat ini adalah pembaharuan untuk tahun 2011-2020. Secara garis besarnya atau inti isi dari RUPTL dari tahun ke tahun ini yang juga dipublikasikan  baik secara offline (media televisi, media cetak, media radio, dan lainnya), dan juga terutama lewat online (dunia maya), sehingga siapapun bisa mengetahui dengan baik dan paham mengenai apa dan kenapa dibentuk RUPTL tersebut. Garis besar atau inti dari RUPTL tersebut salah satu tujuannya yang paling pokok adalah adanya keinginan kuat dari PLN untuk dapat mencukupi kebutuhan tenaga listrik  di banyak daerah di Indonesia yang masih belum menerima listrik, atau telah lama menderita kekurangan pasokan listrik.

Jadi yang bisa ditarik kesimpulan dari tujuan RUPTL, bahwa PLN terus berusaha untuk melakukan pembaharuan melalui pembangunan listrik untuk daerah-daerah yang belum dialiri oleh listrik. Tujuan lain dari PLN yang hendak dicapai tentu saja untuk menekan jumlah orang atau sejumlah daerah yang belum menikmati listrik untuk dapat segera menikmati listrik untuk kehidupan yang lebih baik.
Di sisi lain, inovasi atau pengembangan terus dilakukan oleh PLN. Terutama dalam melibatkan teknologi terkini untuk mendukung sistem proses alur kerja PLN agar lebih tertata rapi dan sistematis. Tentunya tujuan yang paling utama untuk memudahkan pelanggan (masyarakat) dalam memenuhi kebutuhan listrik untuk mereka. Sebut saja diantaranya adalah sebagai berikut :
1. LISTRIK PINTAR:
Dengan listrik pintar, setiap pelanggan bisa mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuananya. Cara kerja listrik pintar ini adalah pelanggan terlebih dahulu membeli pulsa (voucher/token listrik isi ulang) yang terdiri dari 20 digit nomor yang bisa diperoleh melalui gerai ATM sejumlah bank atau melalui loket-loket pembayaran tagihan listrik online. Lalu, 20 digit nomor token tadi dimasukkan (diinput) ke dalam kWh Meter khusus yang disebut dengan Meter Prabayar (MPB) dengan bantuan keypad yang sudah tersedia di MPB.

Nantinya, lewat layar yang ada di MPB akan tersajikan sejumlah informasi penting yang langsung bisa diketahui dan dibaca oleh pelanggan terkait dengan penggunaan listriknya, seperti
• Informasi jumlah energi listrik (kWH) yang dimasukkan (diinput).
• Jumlah energi listrik (kWH)) yang sudah terpakai selama ini
• Jumlah energi listrik yang sedang terpakai saat ini (real time).
• Jumlah energi listrik yang masih tersisa.
Jika energi listrik yang tersimpan di MPB sudah hampir habis, maka MPB akan memberikan sinyal awal agar segera dilakukan pengisian ulang. Dengan demikian, pelanggan secara real time, setiap saat, kapan saja dapat mengetahui secara persis penggunaan listrik di rumah. Jadi listrik pintar ini layaknya seperti melakukan pengisian pulsa di ponsel.

2. SISTEM PEMBAYARAN TAGIHAN LISTRIK

Seiring perkembangan teknologi agar tepat guna, maka sistem pembayaran rekening listrik semenjak beberapa tahun yang lalu sudah bisa dilakukan melalui pembayaran tunai di Bank, Auto Debit, lewat ATM bank yang bekerja sama dengan PLN, Internet Banking, dan juga SMS Banking. Hal ini tentu saja untuk mempermudah pelanggan dalam ke-efisiensian waktu mereka. Dan kemudian sejak tahun 2012 juga ada pembayaran listrik secara online dengan sistem Payment Point Online Bank (PPOB), adalah mekanisme sistem pembayaran rekening listrik yang bekerjasama dengan pihak perbankan-yang telah terkoneksi secara online dan juga real-time sehingga akurasi data bisa sangat akurat
GCG
 Dan kemudian PLN juga telah berkomitmen untuk menegakkan Good Corporate Governance (GCG) yang bebas dari praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, kemandirian, serta responsibilitas. Tujuan yang ingin dicapai dari GCG tentunya agar PLN sebagai salah satu BUMN yang sehat.
Dan untuk mendukung judul tulisan ini yang menyinggung Analisis SWOT. Maka saya ingin melakukan analisis sederhana mengenai kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang bisa jadi sedang atau sudah dialami oleh PLN sehingga bisa jadi akan membuat PLN sebagai BUMN yang tidak sehat. Analisis sederhana yang saya lakukan ini juga sebagai harapan saya agar PLN menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

DEFINISI SWOT
Dikutip dari potongan artikel dari buku yang dikarang oleh Rangkuti (2001), dan dikutip dari Wikipedia. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai macam faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan, Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan Strength dan Opportunity. Tapi juga dapat meminimalkan Weakness dan Threats. SWOT juga singkatan dari Strength Opportunity Weakness Threats. SWOT juga merupakan faktor-faktor strategis perusahaan yang perlu dianalisis dalam kondisi yang ada pada saat ini. Dalam melakukan analisis SWOT, melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis perusahaan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dari bisnis perusahaan tersebut. Dan kemudian menerapkan identifikasi-identifikasi tersebut ke dalam gambar dan tabel matrik SWOT.

Cara Melakukan Analisis SWOT
Langkah pertama, lakukan identifikasi dari faktor Internal dan Eksternal. Dan kemudian setelah semua faktor teridentifikasi maka dilakukan pembobotan serta Rating. Caranya sebagai berikut
a. Tentukan bobot SWOT, bobot dihitung : 0.0 (tidak penting) sampai 1.0 (sangat penting). Jumlah bobot untuk Opportunity dan Threats adalah 1.00, demikian juga dengan bobot Strength dan Weakness yang juga 1.00.
b. Rating ditentukan mulai dari angka 1 (dibawah rata-rata), 2 (rata-rata), 3 (diatas rata-rata), dan 4 (sangat baik). Sederhananya, pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif (Strength dan Opportunity) peluang yang semakin besar diberi rating + 4, tetapi peluangnya kecil, diberi rating + 1. Pemberian nilai rating ancaman kebalikkanya yang bersifat negatif (Weakness dan Threats). Misalnya, jika nilai ancamannya sangat besar, ratingnya adalah 1. Sebaliknya, jika nilai ancamannya sedikit ratingnya 4.

Di dalam analisis SWOT, hasil nilai skor yang didapat akan menentukan apakah Opportunity (nilai positif) atau Threats (negatif), dan apakah faktor Strength mengungguli (+) Weakness (-), dan kemudian akan didapat 4 kwadran rekomendasi. Adapun 4 kwadran itu antara lain :
1. Stability, Strategi WO (Weakness Opportunity)
2. Growth, Strategi SO (Strength Opportunity)
 3. Diversification, Strategi ST (Strength Threats)
4. Defence, Strategi WT (Weakness Threats
Gambaran keempat kwadran tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. Diagram Cartesius Analysis SWOT PLN pada tulisan ini. Lebih lengkap analisis SWOT-nya adalah sebagai berikut:
Melakukan Identifikasi SWOT Faktor Internal (Internal Factor Analysis Sumamry (IFAS))
STRENGTH :
1. Fully Control : Seperti yang dijelaskan pada kalimat diatas. PLN mendapatkan kontrol penuh dari Pemerintah terhadap pemberdayaan listrik.

2. New Spirit : Dimulai dari jajaran manajemen tingkat atas. PLN secara bersungguh-sungguh telah melakukan lompatan yang besar untuk menghindari praktek KKN dalam tubuhnya. Secara langsung, hal ini juga akan mendidik pekerja/karyawan pada level dibawah manajemen hingga jabatan yang rendah untuk berperilaku jujur dan menjalankan sistem dengan sebaik-baiknya.
3. Natural Resources : Sumber daya alam Indonesia dan energi yang kaya dan bisa didapatkan PLN sebagai BUMN, semestinya lebih bisa menciptakan tenaga listrik yang lebih optimal sehingga seluruh daerah bisa teraliri listrik. Pembaharuan tenaga listrik pun seharusnya sudah bisa direalisasikan di beberapa daerah.

WEAKNESS :
1. Disruption : Gangguan yang dialami oleh PLN contohnya seperti banyaknya pelanggan yang melakukan penambahan daya sehingga terjadi penurunan daya di beberapa pembangkit listrik. Lalu ada juga gangguan yang tidak dapat diprediksi, misalkan akibat musim/cuaca, atau permainan laying-layang yang menyangkut di kabel listrik sehingga bisa mengakibatkan listrik padam di beberapa tempat. Dan kemudian juga ada gangguan lainnya seperti pencurian listrik yang dilakukan oleh opnum yang tidak bertanggung jawab. Beberapa gangguan tersebut bisa jadi melemahkan PLN, dalam kata lain PLN bisa mengalami kerugian dari sana. Baik dari kerugian yang disebabkan oleh citra buruk pada PLN, dan kerugian materil.
2. KKN : PLN memang telah berkomitmen untuk sekecil mungkin lepas dari praktek KKN. Namun adakalanya opnum pekerja PLN yang khilaf dan melakukan praktek KKN bisa jadi akan membuat citra buruk bagi PLN. Sampai saat ini saja, masih ada cukup banyak orang (pelanggan) yang beropini dan mengeluhkan adanya uang tambahan ketika dimintai uang tambahan apabila mengalami gangguan listrik yang mati di rumah mereka. Dan pelayanan pelanggan lainnya yang bisa jadi sumber KKN itu terjadi.

3. Lack : Kekurangan listrik yang masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia mengakibatkan PLN belum sepenuhnya mampu untuk menyediakan listrik bagi seluruh masyarakat. Hal yang paling ironis adalah ketika tahun 2012 terungkap bahwa Pulau Pemping, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam adalah pulau yang berada dekat dengan negara Singapura-tidak dialiri listrik sama sekali. Tentu saja pada malam hari kondisi pulau Pemping gelap gulita, sedangkan Singapura terang benderang seolah kelebihan energy listrik. Dan diketahui bahwa negara Singapura mendapatkan pasokan listrik dari Indonesia, dengan transaksi jual-beli listrik dari PLN Batam. Terlebih lagi masalah ini sempat ditayangkan di televisi, sehingga membuat citra buruk bagi PLN.


Melakukan Identifikasi SWOT Faktor Eksternal (Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS))

OPPORTUNITY

1. Natural Resources : Seperti halnya kategori yang diambil dari Strength diatas. Sumber daya alam Indonesia dan energi yang kaya dan bisa didapatkan PLN sebagai BUMN, semestinya lebih bisa menciptakan tenaga listrik yang lebih optimal sehingga seluruh daerah bisa teraliri listrik. Sehingga dengan hal ini bisa membuat bendera PLN berkibar. Dan para pelanggan akan mengenal PLN sebagai BUMN yang baik dan juga sehat. Bukan opini negatif tentang PLN.

2. Cooperation : Kerjasama PLN dengan pihak swasta dalam banyak bidang, semestinya hal ini lebih bisa membuat daerah yang belum dialiri listrik bisa segera dialiri listrik. Sehingga bisa memenuhi tujuan RUPTL untuk meningkatkan laju pertumbuhan listrik di daerah-daerah yang belum dialiri oleh listrik.

3. Renewable Energy : Energi terbarukan yang sedang dikembangkan oleh PLN, akan bisa membuat PLN memenuhi tujuan RUPTL untuk meningkatkan laju pertumbuhan listrik di daerah-daerah yang belum dialiri oleh listrik. Sebut saja energi baru terbarukan yang akan dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), biofuel dan pembangkit listrik tenaga (PLT) biomass.

THREATS

1. KKN : Merujuk pada kategori Weakness. Opnum pekerja PLN yang khilaf dan melakukan praktek KKN yang akan membuat citra buruk bagi PLN, akan menjadi ancaman internal di tubuh PLN.

2. Selebihnya, ancaman yang datang dari pihak eksternal tidak ada. Hal ini dikarenakan PLN sebagai BUMN tidak mempunyai kompetitor. Karena bukan seperti halnya perusahaan swasta yang mempunyai cukup banyak kompetitor.

Berikut dibawah ini adalah Matrik Internal Factor Analysis Sumamry (IFAS) yang dirangkum dari Faktor Strength dan Weakness diatas :

Tabel 1. Matrik Internal Factor Analysis Sumamry (IFAS)

Dari hasil analisis pada Tabel 1. Matrik IFAS. Faktor Strength mempunyai total nilai skor 2.40 sementara itu Weakness mempunyai total nilai skor 0.70. Seperti halnya Matrik IFAS, maka matrik EFAS pun juga harus dilakukan identifikasi yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 2 Matrik EFAS dibawah ini :

Tabel 2. Matrik Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS)

Berikut dibawah ini adalah Matrik Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) yang dirangkum dari Faktor Opportunity dan Threats diatas :


Analisis yang didapat pada Tabel 2 Matrik EFAS menunjukkan bahwa untuk faktor Opportunity nilai skornya 1.90 dan faktor Threat 0.40. Selanjutnya nilai total skor dari masing-masing faktor dapat dirinci sebagai berikut :
Strength : 2.40
 Weakness  : 0.70
 Opportunity : 1.90
 Threats : 0.40

Maka diketahui nilai Strength diatas nilai Weakness, dengan selisih (+) 1.70 dan nilai Opportunity diatas nilai Threats dengan selisih (+) 1.50. Dari hasil identifikasi faktor-faktor tersebut maka dapat digambarkan dalam Diagram Cartesius SWOT yang dapat dilihat pada Gambar 1 dibawah ini :


 Gambar 1. Diagram Cartesius Analisis SWOT PLN

Dari nilai total masing-masing faktor selain digambarkan ke dalam diagram Cartesius SWOT, tetapi juga digambarkan dalam rumusan Matrik SWOT yang dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini :

Tabel 3. Rumusan Kombinasi Strategi Matrik SWOT

Dari analisa Matrik IFAS dan EFAS pada tabel 1 dan 2, juga telah disusun Matrik SWOT untuk menganalisis rumusan alternatif Strategi SO, WO, ST, dan WT yang hasil analisisnya dapat dilihat pada Tabel 4 dibawah ini :

Tabel 4. Kombinasi Strategi Matrik SWOT

Alternatif Perencanaan Strategi Kuantitatif Analisis Diagram SWOT

Dari diagram SWOT pada Gambar 1. Diagram Cartesius Analisis SWOT PLN, dihasilkan bahwa PLN ada pada Kuadran I yaitu Agresif. Maka alternatif strategi yang dapat dipakai oleh PLN adalah sebagai berikut :

1. Kuadran I Agresif adalah situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan PLN memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (Growth Oriented Strategy).

 Dan kemudian bila melihat dari rumusan Matrik SWOT pada Tabel 3. Rumusan Kombinasi Strategi Matrik SWOT. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis model kuantitatif perumusan strategi. Pembuatan analisis model kuantitatif tersebut didasari pada jumlah nilai skor masing-masing faktor. Baik itu Strategi SO, WO, ST, WT. Matriks perencanaan kombinasi strategi kuantitatif adalah sebagai berikut dibawah ini :
Tabel 5. Matriks Perencanaan Kombinasi Strategi Kuantitatif

Matrik perencanaan kombinasi strategi kuantitatif menunjukkan bahwa PLN perlu memanfaatkan Strategi SO yang mempunyai nilai skor tertinggi yaitu = 4.30, selanjutnya diikuti Strategi ST = 2.80, kemudian WO = 2.60, dan terakhir WT = 1.10. Adapun masing-masing Strategi yang harus dijalankan adalah sebagai berikut :
1. SO : yang Menggunakan Strength dalam memanfaatkan Opportunity
2. ST : Menggunakan Strength dalam meredam Threats
3. WO : Memperbaiki Weakness untuk memaksimalkan Opportunity.
 4. WT : Meminimalisasikan dan memperbaiki Weakness yang ada demi mengurangi Threats




KESIMPULAN dan SARAN

Kesimpulan
Dari apa yang sudah dijelaskan diatas mengenai penjelasan PLN dan juga Analisis SWOT PLN dengan tujuan untuk menentukan langkah PLN kedepannya demi harapan yang lebih baik. Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa PLN harus melakukan langkah sebagai berikut :

 1. Perusahaan PLN memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (Growth Oriented Strategy).
2. Dan kemudian secara berturut-turut melakukan strategi SO, ST, WO, dan WT.

Saran
Semoga penjelasan diatas bisa menjadi masukan yang baik bagi PLN. Tulisan ini hanya lah sekedar harapan saya sebagai seorang akademisi yang melihat permasalahan PLN dari sudut pandang hemat saya pribadi dengan pengetahuan yang saya miliki. Terima kasih kepada pembaca, dan khususnya kepada Blogdetik atas terselenggaranya kompetisi Aku dan PLN, dengan tema Harapanku Untuk PLN. Sehingga saya dapat berpartisipasi dalam menyumbang saran dan pemikiran bagi PLN.





Selasa, 07 Mei 2013

KEPEMIMPINAN

 


Kepemimpinan adalah seorang pemimpin yang memberikan suatu contoh dan mempengaruhinya kepada pengikutnya untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Berikut ini beberapa tipe pemimpin :
Tipe Otokratis Ciri-cirinya antara lain:
·       Mengandalkan kepada kekuatan / kekuasaan
·       Menganggap dirinya paling berkuasa.
·       Keras dalam mempertahankan prinsip.
·        Jauh dari para bawahan
·       Perintah diberikan secara paksa

Tipe Laissez Faire Ciri-ciri antara lain :
·        Memberi kebebasan kepada para bawahan
·        Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
·        Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan
·        Tidak mempunyai wibawa
·        Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik

Tipe Paternalistik Ciri-ciri antara lain :
·        Pemimpin bertindak sebagai bapak
·        Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa
·        Selalu memberikan perlindungan
·        Keputusan ada ditangan pemimpin.

Tipe Demokratis Ciri-ciri antara lain :
·        Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
·        Bersifat terbuka
·        Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-idebaru
·        Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat
·        Menghargai potensi individu

Menurut saya untuk seorang pemimpin dengan tipe otokratis itu terlalu keras karena dia jauh dari bawahannya, memang menjadi seorang pemimpin harus memiliki prinsip dan dia adalah seorang penguasa tetapi bagaimanapun seorang pemimpin tidak selamanya bisa menghadapi masalah – masalahnya sendirian tetapi seorang pemimpin juga butuh saran dan kritik dari bawahannya, jangan tersinggung atau ragu untuk menerima saran atau kritik tersebut, Kemudian untuk tipe kedua yaitu tipe Laissez Faire, saya pikir untuk menjalankan suatu organisasi seorang pemimping kurang efektif  jika semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan. Jadi menurut saya untuk seorang pemimpin sangat cocok, jika dia adalah seorang pemimpin dengan tipe demokratis. Tetapi untuk menjadi seorang pemimpin tidak harus berpatok pada satu tipe tersebut. Seperti halnya seorang pilot : Pilot yang berasumsi mengetahui segalanya bisa 'membunuh' seluruh penumpang pesawat. Demikian juga seorang pemimpin. Jangan tersinggung dan ragu menerima saran dari orang lain atau ketika menyarankan untuk mengikuti aturan tertentu. Bisa saja informasi tersebut berguna. Pilot ditemani oleh co-pilot. Sebab meskipun mereka memegang kendali penuh atas pesawat, pilot tetap butuh bantuan. Sama seperti dunia bisnis, jangan 'pergi' sendirian ke medan perang. Karena bagaimanapun tetap butuh pendamping dalam menyusun berbagai rencana kerja sehingga bisnis tetap berjalan meskipun anda sedang  beristirahat.
   









Minggu, 28 April 2013

PERILAKU PRODUSEN (PRODUCER BEHAVIOR)


PERILAKU PRODUSEN (PRODUCER BEHAVIOR)


Asumsi Mengenai Perilaku Produsen
1. Ekonomi  menganggap bahwa produsen berusaha untuk memaksimalkan keuntungan.
a. Keuntungan dari total pendapatan dikurangi total biaya.
1. Jumlah biaya mencakup biaya eksplisit dan implisit.
a. Biaya eksplisit adalah pengeluaran moneter langsung dibuat oleh produser.
    b. Biaya implisit adalah biaya kesempatan produsen yang tidak ada pengeluaran moneter secara langsung: biaya waktu, misalnya.
2. Dalam memutuskan berapa jumlah untuk memproduksi setiap produsen harus membandingkan biaya marginal dengan harga pasar yang baik.
a. Produksi harus dilakukan ke titik di mana biaya marginal, biaya produksi unit tambahan yang baik, sama dengan harga.
1. Jika harga lebih besar daripada biaya marginal, keuntungan produsen dapat ditingkatkan dengan memproduksi unit.
2. Jika biaya marginal lebih besar dari harga, keuntungan produsen akan berkurang dengan memproduksi unit.
3. Karena keuntungan yang meningkat saat harga lebih besar daripada biaya marginal (marginal cost), dan keuntungan yang menurun saat harga kurang dari biaya marginal, keuntungan harus maksimal ketika harga sama dengan biaya marginal.
b. Dengan memproduksi pada titik di mana harga dan biaya marjinal adalah sama, tidak hanya keuntungan bagi masing-masing produsen dimaksimalkan, tapi barang ini diproduksi dengan cara termurah mungkin.

            Marginal Cost adalah perubahan biaya total yang timbul ketika kuantitas menghasilkan perubahan sebesar satu unit. Artinya, itu adalah biaya produksi satu unit lebih baik Secara umum, marginal cost. Pada setiap tingkat produksi termasuk biaya-biaya tambahan yang dibutuhkan untuk memproduksi unit berikutnya. Sebagai contoh, jika memproduksi kendaraan tambahan mengharuskan pembangunan pabrik baru, biaya marginal dari kendaraan tambahan termasuk biaya pabrik baru. Dalam prakteknya, analisis ini dibedakan antara kasus pendek dan jangka panjang, sehingga dalam jangka terpanjang, semua biaya menjadi marjinal. Pada setiap tingkat periode produksi dan waktu sedang dipertimbangkan, biaya marginal mencakup semua biaya yang bervariasi dengan tingkat produksi, sedangkan biaya lainnya yang tidak berbeda dengan produksi dianggap tetap. sehingga produsen yang dihasilkan terbagi sangat jauh, sehingga ukuran biaya marginal akan berubah dengan volume, sebagai fungsi biaya non-linear dan non-proporsional meliputi:istilah variabel dependen terhadap volume, konstanta independen untuk volume dan banyak terjadi dengan masing-masing ukuran yang melambung tinggi dan  memperbaiki kenaikan biaya atau penurunan tergantung langkah-langkah peningkatan volume.Dalam prakteknya definisi di atas biaya marginal sebagai perubahan total biaya sebagai akibat dari peningkatan hasil dari satu unit yang tidak konsisten dengan definisi diferensial biaya marginal untuk semua fungsi non-linear.

sumber :

Perilaku Konsumen


Teori Perilaku Konsumen

Teori perilaku konsumen merupakan salah satu pembahasan penting dalam manajemen pemasaran. Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika (American Marketing Association), perilaku konsumen dapat diartikan sebagai interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku, dan lingkungan, yang mana manusia melakukan pertukaran dalam berbagai aspek dalam kehidupan mereka.
Dalam bahasa aslinya disebut: “Consumer behavior is the dynamic intaraction of affect and cognition, behavior, and the environment by which human beings conduct the exchange aspects of their lives.”
Teori perilaku konsumen ini sangat penting dalam bisnis karena dalam mencapai tujuan pemasaran, sangatlah bergantung pada pengetahuan, pelayanan, dan pengaruh pada konsumen. Dengan mengetahui teori ini, kita bisa lebih mudah dalam menetapkan strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai target pemasaran kita.

Mari kita jelaskan satu persatu dari pengertian tersebut.
Penjelasan tentang Teori Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah dinamis. Ini karena pemikiran, perasaan, daan tindakan dari setiap individu konsumen, kelompok sasaran konsumen, dan masyarakat secara keseluruhan, adalah selalu berubah. Perilaku konsumen melibatkan interaksi. Hal ini melibatkan interaksi antara pemikiran orang-orang, perasaan, tindakan, dan lingkungan.
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran. Pertukaran ini terjadi pada sesama manusia. Misalnya, seseorang menyerahkan suatu nilai (value) kepada orang lain, dan menerima sesuatu sebaliknya.
Perilaku konsumen memang selalu dinamis, banyak faktor yang bisa mempengaruhinya termasuk faktor sifat dan perilaku manusia itu sendiri


Perilaku konsumen
Menurut J.F. Engel dalam Basu Swastha dan Hani Handoko definisi perilaku konsumen sebagai berikut :
Kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan dan persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. (Basu Swastha dan Hani Handoko, 2000 : 10)
Ada dua elemen penting dari arti perilaku konsumen yaitu proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik, yang semua ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa ekonomis. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor lingkungan ekstern dan lingkungan intern, kedua faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Faktor lingkungan ekstern
Faktor lingkungan ekstern meliputi :
1. Kebudayaan
Sebagaimana dikutip oleh Basu Swastha dan Hani Handoko dalam bukunya "Manajemen Pemasaran" Stanton mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut Kebudayaan adalah simbol dan fakta yang komplek, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur perilaku manusia dalam masyarakat yang ada (Basu Swastha dan Hani Handoko, 2000 : 59). Kebudayaan ini memainkan peranan penting dalam pembentukan sikap konsumen dan merupakan petunjuk penting mengenai nilai-nilai yang akan dianut oleh seorang konsumen.

2. Kelas sosial
Menurut kelas sosial masyarakat di kelompokkan ke dalam tiga golongan yaitu :
a. Golongan atas
    Golongan ini terdiri dari pengusaha-pengusaha kaya, pengusaha menengah.
b. Golongan menengah
Yang termasuk dalam golongan ini adalah karyawan instans pemerintah, pengusaha menengah.
c. Golongan rendah
Yang termasuk dalam kelas ini antara lain buruh-buruh pabrik, pegawai rendah, tukang becak    dan pedagang kecil.



3. Kelompok sosial dan kelompok referensi
     Pengertian kelompok tersebut yaitu :
     a. Kelompok sosial
Menurut Soerjono Soekanto didefinisikan sebagai berikut :
Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang menjadi tempat individu-individu berinteraksi satu sama lain karena adanya hubungan diantara mereka (Basu Swastha dan Hani Handoko, 2000 : 66) Kelompok ini meliputi keluarga, teman, tetangga.
      b. Kelompok Referensi
Kelompok referensi merupakan kelompok sosial yang menjadi ukuran seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk kepribadian dan perilakunya. Kelompok ini meliputi organisasi profesi, kelompok pengajian, kelompok kerja dan lainlain.

4. Keluarga
Keluarga merupakan individu yang membentuk keluarga baru, setiap anggota dalam keluarga dapat mempengaruhi suatu pengambilan keputusan.

b. Faktor lingkungan intern
Faktor lingkungan intern meliputi
1. Motivasi
Motivasi merupakan keadaan dalam diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk    melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
2. Pengamatan
Pengamatan merupakan suatu proses dengan mana konsumen (manusia) menyadari dan  menginterpretasikan aspek lingkungannya.
3. Belajar
Belajar adalah perubahan-perubahan perilaku yang terjadi sebagai hasil akibat adanya  pengalaman.
4. Kepribadian
Kepribadian merupakan organisasi dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari perilaku individu.
5. Sikap
Secara definitif sikap berarti suatu keadaan jiwa (mental) dan keadaan pikir (neural) yang  dipersiapkan untuk memberikan tanggapan terhadap suatu obyek, yang diorganisir melalui
pengalaman serta mempengaruhi secara langsung dan atau secara dinamis pada pelaku.


Teori ini disarikan dari buku karangan J. Paul Peter & Jerry C. Olson yang berjudul “Consumer Behavior & Marketing Strategy.”

Senin, 22 April 2013

Teori penawaran dan permintaan


Teori penawaran dan permintaan adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.

Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
*Harga barang itu sendiri.
*Harga sumber produksi.
*Tingkat produksi.
*Ekspektasi/perkiraan.

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :
*Harga barang itu sendiri.
*Harga barang lain yang berkaitan.
*Tingkat pendapatan.
*Selera konsumen.
*Ekspektasi/perkiraan.


http://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran_dan_permintaan

Rabu, 09 Januari 2013

Aksesoris Hijab

Hai sista..., Bagi sista yang sedang mencari pin/bros hijab, disini tempatnya aneka  bros/pin hijab yang modis dengan kualitas bagus dan harga yang termurah dari yang lain. Jika tertarik bisa comment di photonya langsung atau menghubungi saya di nomor : 0817 007 4413 atau whatapps : 0817 007 4413.  Happy Shoping Sista  ^.^ My Creative on WordPress 
Bros Rajut Renda Harga : Rp 5.000 



Bros Bahan Sifon 
Harga : Rp 3.500
                                                                                                       

Bros Renda 
Harga  : Rp 5.000



                                                               
Bros Renda Satin 
Harga : Rp 5.000

                                                               
Bros Renda
Harga : Rp 5.000



 
Gelang
Harga : Rp 7.000

                                                          
                                                             
Bros Renda Satin
Harga : Rp 5.000



Cara Transaksi
sms dengan format
Kode Pin/Bros :
Nomor Pin/Bros
nama pemesan :
Alamat lengkap :
ke nomor : 0817 0074413 / whatapps : 0817 007 4413
lalu transfer ke rek bca : 5770476404, atas nama : Ifadah Amalia atau Rek BNI : 0264662941, atas nama : Hadita Zahra


www.tokoku99.com 

Gallery Aksesoris Bross Hijab Lebih Lengkap