Fashion Girl

Vector design with Adobe Illustrator

Vector Design

Saving Your Vector Illustrations using Adobe Illustrator

Zahra Creative Design Studio

Assalamualaikum..

Senin, 21 Oktober 2013

Tujuan Penggunaan Bahasa Indonesia

Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagaialat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini,masyarakatdituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakanmedia tersebut secara baik dan benar. Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesiayang baik dan benar.
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah sub. materi dalam ketata bahasaan Indonesia, yang memilik peran yang cukup besar dalam mengatur etika berbahasa secara tertulis sehingga diharapkan informasi tersebut dapat di sampaikan dandifahamisecara komprehensif dan terarah. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesiadapat digunakan secara baik dan benar. Tidak semua warga Negara Indonesia bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,begitupula Mahasiswa.Dengan adanya Makalah ini ,yang akan membahas mengenai “Penggunaan Bahasa Indonesia Yang baik dan Benar “.Penulis berharap dengan ini,dapat menambah pengetahuan pembaca ,khususnya mahasiswa agar tidak buta akan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Tujuan Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah mengajarkan,menerangkan tentang penngunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari,agar tidak terlalu menyimpang dengan kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar.Serta melestarikannya agar tetap terjaga sampai nanti.



Pembahasan

  1. .     Ragam Bahasa Indonesia

Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, lawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicaraan.
Macam-macam ragam bahasa :
1.     Ragam baku adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik.
2.     Ragam biasa dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
3.     Ragam hormat adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.
4.     Ragam kasar adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal.
5.     Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Ragam lisan dapat kita temui, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah, dan ragam lisan yang non standar, misalnya dalam percakapan antar teman, di pasar, atau dalam kesempatan non formal lainnya.
6.     Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
7.     Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non standar. Ragam tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non standar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.
8.     Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
9.     Ragam bahasa perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa Benyamin s, dan lain sebagainya.
10.  Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa Madura, Medan, Sunda, Bali, Jawa, dan lain sebagainya.
11.  Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.

2             2.     Ejaan
Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu
a.      Aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad
b.     Aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis
c.      Aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.
EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan. 


3            3.     Diksi
              Diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan               gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).
·       Syarat-syarat Ketetapan dan Kesesuaian Diksi
•        Membedakan secara cermat denotasi dan konotasi.
•        Membedakan dengan cermat kata-kata yang hampir bersinonim.
•        Membedakan kata-kata yang mirip dalam ejaannya.
•        Hindari kata-kata ciptaan sendiri.
•        Dapat memahami kata abstrak dan konkrit.
•        Dapat membedakan kata umum dan kata khusus.

4           4.     Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara              lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut,          disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya            perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lain. Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai            dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!); dan di                  dalamnya dapat disertakan tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), pisah (-), dan spasi. Tanda titik,            tanda tanya, dan tanda seru pada wujud tulisan sepadan dengan intonasi akhir pada wujud lisan                    sedangkan spasi yang mengikuti mereka melambangkan kesenyapan. Tanda baca sepadan dengan jeda.
Jenis – jenis kalimat :
·       Kalimat Aktif
·       Kalimat Pasif
·       Kalimat Langsung
·       Kalimat Tidak Langsung
·       Kalimat Berita
·       Kalimat Perintah
·       Kalimat Tanya
·       Kalimat Efektif
·       Kalimat Tunggal

55.     Alinea
Paragraf (Alenia) merupakan kumpulan suatu kesatuan pikiran yang lebih tinggi dan lebih luas dari pada kalimat. Alenia merupakan kumpulan kalimat, tetapi kalimat yang bukan sekedar berkumpul, melainkan berhubungan antara yang satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk suatu kalimat, dan juga bisa disebut dengan penuangan ide penulis melalui kalimat atau kumpulan alimat yang satu dengan yang lain yang berkaitan dan hanya memiliki suatu topic atau tema. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat.

66.     Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
a.      Pemilihan Topik
Memilih topik berarti memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan. Topik itu dapat diperoleh dari berbagai sumber yakni : pengalaman, pengamatan, pendapat dan khayalan. Topik-topik karya ilmiah banyak yang bersumber pada pengamatan, pengalaman dan penalaran.

b.     Pembatasan Topik
Membatasi Topik dalam karangan seorang penulis harus membatasi topik yang akan digarapnya. Setiap penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup sempit dan terbatas atau sangat khusus untuk digarap, sehingga tulisannya dapat terfokus.

c.      Pemilihan Judul  
Pemilihan topik atau lebih konkritnya judul, akan menggambarkan tingkat kedalaman dan cakupan dari sebuah penelitian yang akan dibahas. Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan digarap.

d.     Penentuan Tujuan Penulisan
Menetapkan tujuan hanyalah sebatas menentukan apa yang Anda ingin agar pembaca Anda tahu atau dapat lakukan setelah mereka selesai membaca laporan atau tulisan Anda. Namun Anda harus seksama; sering kali penulis menyatakan tujuan yang terlalu luas sehingga tidak ada gunanya.

e.      Penentuan Kerangka Karangan
Kerangka karangan merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.

Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah :
1.     Melakukan observasi dan menetapkan masalah dan tujuan
2.     Menyusun hipotesis
3.     Menyusun rancangan penelitian
4.     Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan
5.      Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
6.     Menganalsis dan menginterpretasikan data
7.     Merumuskan kesimpulan dan atau teori
8.     Melaporkan hasil penelitian

77.     Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.
a.   Manfaat Kerangka Karangan
Adapun manfaat kerangka karangan secara umum adalah untuk menyusun karangan secara teratur. Selain itu ada beberapa manfaat kerangka karangan, antara lain :
a.    Mempermudah pembahasan tulisan.
b.    Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal.
c.    Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih.
d.   Memudahkan penulis mencari materi tambahan.
e.    Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
f.     Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda.
Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh.
b.   Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik
Adapun syarat-syarat kerangka karangan yang baik antara lain :
a.    Pengungkapan maksudnya harus jelas.
b.    Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan.
c.    Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis.
d.   Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten.

88.     Kutipan
Kutipan adalah salinan kalimat,paragraph,atau paendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya,baik yang terdapat dalam buku,jurnal,baik yang melalui media cetak maupun elektronik. Menurut kamus besar bahasa Indonesia,mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya.mengutip itu berbeda dengan plagiat.plagiat adalah mengambul karangan karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri.
Jenis-jenis Kutipan :
c.       Kutipan langsung (Direct Quotation)
Adalah kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, kata-kata yang digunakan sama seperti bahan aslinya
Kutipan langsung dibagi menjadi 2,yaitu:
1.   Kutipan langsung pendek (Short Direct Quotation)
2.   Kutipan langsung panjang (Long Direct Quotation)
b. Kutipan tidak langsung (Indirect Quotation atau paraphrase)
1.       Kutipan tidak langsung pendek (short direct quotation)
2.       Kutipan tidak langsung panjang (Long Direct Quotation)
Fungsi Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1.       Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi.
2.       Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3.       Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4.       Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5.       Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6.       Meningkatkan estetika penulisan.
7.       Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.

9.    Catatan Kaki
Catatan kaki atau yang juga dikenal dengan istilah footnote adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Secara lengkap, Catatan kaki  adalah keterangan tambahan yang terletak di bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks karya ilmiah oleh sebuah garis sepanjang dua puluh ketukan (dua puluh karakter).



Tujuan Catatan Kaki :
Pencantuman catatan kaki diperlukan dalam penulisan karya ilmiah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sumber referensi yang menjadi kajian peneliti. Selain itu, penulisan catatan kaki juga mempunyai tujuan untuk :
1.       Menyusun Pembuktian
Semua pernyataan yang penting,yang bukan merupakan pengetahuan umum harus didukung oleh pembuktian-pembuktian. Catatan kaki menunjukan kebenaran-kebenaran yang pernah dicapai oleh seorang pengaran lain dalam bukunya atau tulisan-tulisannya.Sebab itu referensi dalam catatan kaki dimaksudkan untuk menunjukkan tempat atau sumber dimana suatu kebenaran telah dibuktikan oleh orang lain.
2.       Menyatakan Hutang Budi
Penunjukan sumber pada catatan kaki dimasukan pula untuk menyatakan hutang budi kepada pengarang yang dikutip pendapatnya. Dengan menyebut nama pengarang yang dikutip pendapatnya itu,penulis telah menyatakan hutang budi kepadanya.
3.       Menyatakan Keterangan Tambahan
Catatan kaki juga dimaksudkan sebagai keterangan tambahan untuk uraian. keterangan tambahan yang dimaksud dapat berupa :
1.   Inti atau sari dari fragmen yang dipinjam.
2.   Uraian teknis , keterangan insidental, atau materi yang memperjelas teks, atau informasi tambahan terhadap topik yang disebut dalam teks.
3.   Materi-materi penjelas yang kurang penting seperti perbaikan, atau pandangan-pandangan lain yang bertentangan.
4.   Merujuk bagian lain dari teks Catatan kaki dapat juga dipergunakan untuk menyediakan informasi kepada bagian-bagian lain dari tulisan itu . Misalnya penulis memberi catatan agar pembaca melihat atau memeriksa utaian padahalaman sebelumnya,atau hal-hal yang akan diuraikan.
FUNGSI CATATAN KAKI
1.   Menjelaskan referensi yang dipergunakan bagi pernyataan dalam teks (catatan kaki sumber atau reference footnote).
2.   Menjelaskan komentar penulis terhadap pernyataan dalam teks yang dipandang penting, tetapi tak dapat dinyatakan bersama teks karena dapat mengganggu alur tulisan.
3.   Sebagai keterangan mengenai suatu hal yang dikemukakan dalam karangan ilmiah di halaman tersebut.
4.   Menunjukkan sumber lain yang membicarakan hal yang sama (catatan kaki isi atau content footnote). Jenis catatan kaki ini biasanya menggunakan kata‐kata: Lihat …, Bandingkan …, dan Uraian lebih lanjut dapat dilihat dalam …, dan sebagainya. Dianjurkan penggunaannya tidak berlebihan agar tidak menimbulkan kesan pamer. Penggunaan ungkapan tersebut perlu secara konsisten dan benar.

10.    Abstrak
Abstrak merupakan suatu ringkasan yang lengkap dan menjelaskan keseluruhan isi artikel ilmiah. Abstrak ditempatkan pada bagian awal artikel ilmiah. Penulisan abstrak yang baik perlu dipertimbangkan mengingat bagian ini merupakan bagian artikel yang dibaca setelah judul. Sangatlah beralasan, dibaca tidaknya suatu artikel ilmiah tergantung pada kesan yang diperoleh pembaca saat membaca abstraknya. Bagian artikel yang paling sulit dikerjakan adalah abstrak. Abstrak dalam bahasa Inggris merupakan satu kemutlakan yang harus ada (persyaratan dalam akreditasi jurnal ilmiah).

11.    Daftar Pustaka (Bibliografi)
Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata  Biblion yang berarti buku dan Graphein:  yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupadaftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.
a.       Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya
Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap.
Judul Buku, termasuk judul  tambahannya.
Data Publikasi: penerbit,tempat terbit, tahun  terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah,atau surat kabar, tanggal dan tahun
b.      Penyusunan Bibliografi 
Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensikedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengangaris sepanjang 5 atau 7 ketikan.
Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan



Kamis, 06 Juni 2013

Komunikasi Dalam Organisasi



Terdapat 2 proses komunikasi dalam organisasi, yaitu proses komunikasi internal dan proses komunikasi eksternal.
a)      Komunikasi Internal
Merupakan pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan (operasi dan manajemen).
Adapun Empat Dimensi Komunikasi dalam organisasi, yaitu :
1.         Downward communication
Yaitu komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah:
•         Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
•         Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale)
•         Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices)
•         Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.
2.         Upward communication
Yaitu komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah:
•         Penyampaian informai tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan
•         Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
•         Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan
•         Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya
Komunikasi ke atas menjadi terlalu rumit dan menyita waktu dan mungkin hanya segelintir kecil manajer organisasi yang mengetahui bagaimana cara memperoleh informasi dari bawah.
Sharma (1979) mengemukakan 4 alasan mengapa komunikasi ke atas terlihat amat sulit:
•         Kecenderungan bagi pegawai untuk menyembunyikan pikiran mereka
•         Perasaan bahwa atasan mereka tidak tertarik kepada masalah yang dialami pegawai
•         Kurangnya penghargaan bagi komunikasi ke atas yang dilakukan pegawai
•         Perasaan bahwa atasan tidak dapat dihubungi dan tidak tanggap pada apa yang disampaikan pegawai

3.         Horizontal communication
Yaitu komunikasi yang berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara.
Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah:
•           Memperbaiki koordinasi tugas
•           Upaya pemecahan masalah
•           Saling berbagi informasi
•           Upaya pemecahan konflik
•           Membina hubungan melalui kegiatan bersama
4.         Interline communication
Yaitu tindak komunikasi untuk berbagi informasi melewati batas-batas fungsional. Spesialis staf biasanya paling aktif dalam komunikasi lintas-saluran ini karena biasanya tanggung jawab mereka berhubungan dengan jabatan fungsional. Karena terdapat banyak komunikasi lintas-saluran yang dilakukan spesialis staf dan orang-orang lainnya yang perlu berhubungan dalam rantai-rantai perintah lain, diperlukan kebijakan organisasi untuk membimbing komunikasi lintas-saluran.

b)      Komunikasi Eksternal
Adalah komunikasi antara pimpinan organisasi (perusahaan) dengan khalayak audience di luar organisasi. Contoh dari komunikasi eksternal, yaitu :
·         Komunikasi dari organisasi kepada khalayak yang bersifat informatif. Contohnya adalah Majalah, Press release/media release, Artikel surat kabar atau majalah, Pidato, Brosur, Poster, Konferensi pers, dll.
·         Komunikasi dari khalayak kepada organisasi.


Analisis SWOT PLN



Tentu hampir semua orang dari seluruh lapisan masyarakat telah mengenal baik PLN secara garis besarnya. “PLN atau Perusahaan Listrik Negara adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengurusi listrik.” Ya, itulah opini singkat yang dijaring dari publik bila ditanya perihal “Apa itu PLN ?.”

Dan kemudian ketika dijelaskan secara mendetail mengenai maksud opini publik tersebut pada kalimat PLN adalah BUMN yang mengurusi listrik. Maka akan didapat penjelasan lainnya bahwa maksud mereka adalah:
 “PLN adalah perusahaan tunggal atau satu-satunya yang mempunyai kuasa penuh untuk menyediakan tenaga listrik. Dimulai dari proses penciptaan listrik, pembangkitan, penyaluran, hingga distribusi tenaga listrik tersebut ke seluruh tempat (daerah-daerah di Indonesia). PLN juga lah yang melakukan kontrol penuh terhadap eksplorasi sumber daya alam dan energi untuk penciptaan tenaga listrik secara kontinyu (berkelanjutan). Dan PLN juga lah yang melakukan proses perencanaan sampai realisasi pembangunan sarana dan prasarana penyediaan tenaga listrik di seluruh tempat, serta mencakup pembaharuan dari sistem atau alat yang sudah usang. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa PLN adalah satu-satunya perusahaan yang mempunyai kuasa penuh untuk mengurusi listrik.

Dan selanjutnya, saya coba menggambarkan situasi dan kondisi yang masih dan sedang dialami oleh masyarakat secara nasional perihal tentang listrik di tempat mereka tinggal masing-masing. Penjelasan detailnya berikut dibawah ini:

Jika digambarkan dari hasil survey menurut hemat pemikiran saya yang didapat dari pengetahuan saya selama ini. Maka masyarakat Indonesia seolah akan terbagi-bagi ke dalam per tiga kelompok dengan jumlah yang sangat besar ketika memberikan penilaian terhadap PLN atas pertanyaan yang sama mengenai, yaitu:
“Adakah atau bagaimana pasokan listrik yang ada di rumah anda ?.” Dasar pertanyaan ini adalah jangkauan listrik yang belum sepenuhnya merata menyentuh seluruh daerah di Indonesia, dan yang belum sepenuhnya menyala hingga 24 jam penuh. Jadi dari pertanyaan tersebut diatas, maka akan didapat tiga jawaban besar yang meliputi:

1. Masyarakat kelompok pertama yang tinggal di daerah atau kota-kota besar tentu serentak menjawab kurang lebih akan seperti ini:
“Pasokan listrik di rumah kami aman terkendali, dalam kata lain berjalan lancar seperti biasa. Setiap hari listrik terus mengalir, dan kami pun bisa menyalakan listrik kapanpun kami mau. Menurut kami kinerja PLN sangat lah baik.”

2. Masyarakat kelompok kedua yang juga tinggal di daerah atau kota-kota besar, tapi khusus mereka yang sering terkena pemadaman bergilir atau listrik hanya menyala pada jam-jam tertentu. Sering disini bisa dalam artian dalam tingkatan dimulai dari Jarang sampai dengan Sangat Sering. Tentu mereka serentak menjawab kurang lebih akan seperti ini:
“Pasokan listrik di rumah kami di saat jam-jam tertentu sering mati secara tiba-tiba, atau pasokan listrik di rumah kami hanya menyala pada jam-jam tertentu saja. Padahal ketika itu kami sangat amat membutuhkan pasokan listrik untuk aktivitas rutinitas kami setiap hari. Baik itu ketika sedang bekerja (ini untuk mereka yang berstatuskan pekerja). Sedang belajar-mengajar (ini untuk mereka yang berstatuskan pelajar, guru, dosen, dan mereka yang bekerja dalam ruang lingkup pendidikan). Sedang memproduksi barang/makanan/produk lain untuk dijual (ini untuk mereka yang berstatuskan pelaku wirausaha). Dan banyak lagi status masyarakat lainnya yang tak mungkin untuk dijabarkan secara satu-persatu. Tiga status masyarakat diatas hanya sebagai contoh. “Kami kecewa dengan kinerja PLN yang tidak profesional dalam memberikan layanan listrik, padahal kami selalu bayar tagihan listrik tepat waktu. Kami juga kecewa dengan PLN yang tidak memberikan keadilan bagi kami untuk persoalan listrik, padahal kami amat mendambakan listrik untuk bisa menyala selama 24 jam penuh di tempat kami tinggal.”

3. Dan masyarakat kelompok ketiga yang tinggal di daerah-daerah terpencil, khusus tempat mereka tinggal yang belum dialiri oleh listrik, tentu mereka serentak menjawab kurang lebih akan seperti ini: “Listrik ?. Sampai detik ini kami belum pernah menikmati listrik.”

Kalimat diatas yang berupa penggambaran masyarakat ke dalam per tiga kelompok, bukan bermaksud untuk mengkotak-kotakkan masyarakat atau menggiring publik untuk berpandangan negatif terhadap PLN. Tetapi saya selaku penulis-menurut pemikiran hemat saya. Saya mencoba untuk menggambarkan beberapa situasi dan kondisi dari realita yang masih terjadi dan sampai sekarang ini masih berlangsung seperti pada kalimat diatas. Saya pun yakin, dalam hal ini PLN itu sendiri, serta kelompok jajaran manajemen petinggi PLN/organisasi atau lembaga swasta yang turut bekerja sama/kementerian atau pemerintah dari pihak negeri, secara garis besarnya orang-orang yang mengurusi dan berkompeten dalam mengurusi persoalan listrik. Tentunya sudah dan sedang membenahi persoalan tersebut. Saya percaya dan tidak meragukan itu.

Hal itu dibuktikan dari adanya Rencana Strategis RUPTL (Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listik) Tahun 2011-2020 yang telah dipublikasikan oleh PLN, dan bisa diunduh melalui website PLN www.pln.co.id . RUPTL ini merupakan sebuah pedoman pengembangan  sistem kelistrikan bagi PLN sepuluh tahun mendatang yang optimal, disusun untuk mencapai tujuan tertentu serta berdasarkan pada kriteria perencanaan dan kebijakan tertentu.

Untuk menyempurnakan apa yang telah ada, atau apa yang belum tercapai. RUPTL PLN pun dari tahun ke tahun selalu diperbaharui, Menurut data melalui website PLN: RUPTL ini dimulai dari tahun 2009-2018, lalu dilakukan pembaharuan dari tahun 2010-2019, dan untuk terakhir sampai saat ini adalah pembaharuan untuk tahun 2011-2020. Secara garis besarnya atau inti isi dari RUPTL dari tahun ke tahun ini yang juga dipublikasikan  baik secara offline (media televisi, media cetak, media radio, dan lainnya), dan juga terutama lewat online (dunia maya), sehingga siapapun bisa mengetahui dengan baik dan paham mengenai apa dan kenapa dibentuk RUPTL tersebut. Garis besar atau inti dari RUPTL tersebut salah satu tujuannya yang paling pokok adalah adanya keinginan kuat dari PLN untuk dapat mencukupi kebutuhan tenaga listrik  di banyak daerah di Indonesia yang masih belum menerima listrik, atau telah lama menderita kekurangan pasokan listrik.

Jadi yang bisa ditarik kesimpulan dari tujuan RUPTL, bahwa PLN terus berusaha untuk melakukan pembaharuan melalui pembangunan listrik untuk daerah-daerah yang belum dialiri oleh listrik. Tujuan lain dari PLN yang hendak dicapai tentu saja untuk menekan jumlah orang atau sejumlah daerah yang belum menikmati listrik untuk dapat segera menikmati listrik untuk kehidupan yang lebih baik.
Di sisi lain, inovasi atau pengembangan terus dilakukan oleh PLN. Terutama dalam melibatkan teknologi terkini untuk mendukung sistem proses alur kerja PLN agar lebih tertata rapi dan sistematis. Tentunya tujuan yang paling utama untuk memudahkan pelanggan (masyarakat) dalam memenuhi kebutuhan listrik untuk mereka. Sebut saja diantaranya adalah sebagai berikut :
1. LISTRIK PINTAR:
Dengan listrik pintar, setiap pelanggan bisa mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuananya. Cara kerja listrik pintar ini adalah pelanggan terlebih dahulu membeli pulsa (voucher/token listrik isi ulang) yang terdiri dari 20 digit nomor yang bisa diperoleh melalui gerai ATM sejumlah bank atau melalui loket-loket pembayaran tagihan listrik online. Lalu, 20 digit nomor token tadi dimasukkan (diinput) ke dalam kWh Meter khusus yang disebut dengan Meter Prabayar (MPB) dengan bantuan keypad yang sudah tersedia di MPB.

Nantinya, lewat layar yang ada di MPB akan tersajikan sejumlah informasi penting yang langsung bisa diketahui dan dibaca oleh pelanggan terkait dengan penggunaan listriknya, seperti
• Informasi jumlah energi listrik (kWH) yang dimasukkan (diinput).
• Jumlah energi listrik (kWH)) yang sudah terpakai selama ini
• Jumlah energi listrik yang sedang terpakai saat ini (real time).
• Jumlah energi listrik yang masih tersisa.
Jika energi listrik yang tersimpan di MPB sudah hampir habis, maka MPB akan memberikan sinyal awal agar segera dilakukan pengisian ulang. Dengan demikian, pelanggan secara real time, setiap saat, kapan saja dapat mengetahui secara persis penggunaan listrik di rumah. Jadi listrik pintar ini layaknya seperti melakukan pengisian pulsa di ponsel.

2. SISTEM PEMBAYARAN TAGIHAN LISTRIK

Seiring perkembangan teknologi agar tepat guna, maka sistem pembayaran rekening listrik semenjak beberapa tahun yang lalu sudah bisa dilakukan melalui pembayaran tunai di Bank, Auto Debit, lewat ATM bank yang bekerja sama dengan PLN, Internet Banking, dan juga SMS Banking. Hal ini tentu saja untuk mempermudah pelanggan dalam ke-efisiensian waktu mereka. Dan kemudian sejak tahun 2012 juga ada pembayaran listrik secara online dengan sistem Payment Point Online Bank (PPOB), adalah mekanisme sistem pembayaran rekening listrik yang bekerjasama dengan pihak perbankan-yang telah terkoneksi secara online dan juga real-time sehingga akurasi data bisa sangat akurat
GCG
 Dan kemudian PLN juga telah berkomitmen untuk menegakkan Good Corporate Governance (GCG) yang bebas dari praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, kemandirian, serta responsibilitas. Tujuan yang ingin dicapai dari GCG tentunya agar PLN sebagai salah satu BUMN yang sehat.
Dan untuk mendukung judul tulisan ini yang menyinggung Analisis SWOT. Maka saya ingin melakukan analisis sederhana mengenai kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang bisa jadi sedang atau sudah dialami oleh PLN sehingga bisa jadi akan membuat PLN sebagai BUMN yang tidak sehat. Analisis sederhana yang saya lakukan ini juga sebagai harapan saya agar PLN menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

DEFINISI SWOT
Dikutip dari potongan artikel dari buku yang dikarang oleh Rangkuti (2001), dan dikutip dari Wikipedia. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai macam faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan, Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan Strength dan Opportunity. Tapi juga dapat meminimalkan Weakness dan Threats. SWOT juga singkatan dari Strength Opportunity Weakness Threats. SWOT juga merupakan faktor-faktor strategis perusahaan yang perlu dianalisis dalam kondisi yang ada pada saat ini. Dalam melakukan analisis SWOT, melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis perusahaan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dari bisnis perusahaan tersebut. Dan kemudian menerapkan identifikasi-identifikasi tersebut ke dalam gambar dan tabel matrik SWOT.

Cara Melakukan Analisis SWOT
Langkah pertama, lakukan identifikasi dari faktor Internal dan Eksternal. Dan kemudian setelah semua faktor teridentifikasi maka dilakukan pembobotan serta Rating. Caranya sebagai berikut
a. Tentukan bobot SWOT, bobot dihitung : 0.0 (tidak penting) sampai 1.0 (sangat penting). Jumlah bobot untuk Opportunity dan Threats adalah 1.00, demikian juga dengan bobot Strength dan Weakness yang juga 1.00.
b. Rating ditentukan mulai dari angka 1 (dibawah rata-rata), 2 (rata-rata), 3 (diatas rata-rata), dan 4 (sangat baik). Sederhananya, pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif (Strength dan Opportunity) peluang yang semakin besar diberi rating + 4, tetapi peluangnya kecil, diberi rating + 1. Pemberian nilai rating ancaman kebalikkanya yang bersifat negatif (Weakness dan Threats). Misalnya, jika nilai ancamannya sangat besar, ratingnya adalah 1. Sebaliknya, jika nilai ancamannya sedikit ratingnya 4.

Di dalam analisis SWOT, hasil nilai skor yang didapat akan menentukan apakah Opportunity (nilai positif) atau Threats (negatif), dan apakah faktor Strength mengungguli (+) Weakness (-), dan kemudian akan didapat 4 kwadran rekomendasi. Adapun 4 kwadran itu antara lain :
1. Stability, Strategi WO (Weakness Opportunity)
2. Growth, Strategi SO (Strength Opportunity)
 3. Diversification, Strategi ST (Strength Threats)
4. Defence, Strategi WT (Weakness Threats
Gambaran keempat kwadran tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. Diagram Cartesius Analysis SWOT PLN pada tulisan ini. Lebih lengkap analisis SWOT-nya adalah sebagai berikut:
Melakukan Identifikasi SWOT Faktor Internal (Internal Factor Analysis Sumamry (IFAS))
STRENGTH :
1. Fully Control : Seperti yang dijelaskan pada kalimat diatas. PLN mendapatkan kontrol penuh dari Pemerintah terhadap pemberdayaan listrik.

2. New Spirit : Dimulai dari jajaran manajemen tingkat atas. PLN secara bersungguh-sungguh telah melakukan lompatan yang besar untuk menghindari praktek KKN dalam tubuhnya. Secara langsung, hal ini juga akan mendidik pekerja/karyawan pada level dibawah manajemen hingga jabatan yang rendah untuk berperilaku jujur dan menjalankan sistem dengan sebaik-baiknya.
3. Natural Resources : Sumber daya alam Indonesia dan energi yang kaya dan bisa didapatkan PLN sebagai BUMN, semestinya lebih bisa menciptakan tenaga listrik yang lebih optimal sehingga seluruh daerah bisa teraliri listrik. Pembaharuan tenaga listrik pun seharusnya sudah bisa direalisasikan di beberapa daerah.

WEAKNESS :
1. Disruption : Gangguan yang dialami oleh PLN contohnya seperti banyaknya pelanggan yang melakukan penambahan daya sehingga terjadi penurunan daya di beberapa pembangkit listrik. Lalu ada juga gangguan yang tidak dapat diprediksi, misalkan akibat musim/cuaca, atau permainan laying-layang yang menyangkut di kabel listrik sehingga bisa mengakibatkan listrik padam di beberapa tempat. Dan kemudian juga ada gangguan lainnya seperti pencurian listrik yang dilakukan oleh opnum yang tidak bertanggung jawab. Beberapa gangguan tersebut bisa jadi melemahkan PLN, dalam kata lain PLN bisa mengalami kerugian dari sana. Baik dari kerugian yang disebabkan oleh citra buruk pada PLN, dan kerugian materil.
2. KKN : PLN memang telah berkomitmen untuk sekecil mungkin lepas dari praktek KKN. Namun adakalanya opnum pekerja PLN yang khilaf dan melakukan praktek KKN bisa jadi akan membuat citra buruk bagi PLN. Sampai saat ini saja, masih ada cukup banyak orang (pelanggan) yang beropini dan mengeluhkan adanya uang tambahan ketika dimintai uang tambahan apabila mengalami gangguan listrik yang mati di rumah mereka. Dan pelayanan pelanggan lainnya yang bisa jadi sumber KKN itu terjadi.

3. Lack : Kekurangan listrik yang masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia mengakibatkan PLN belum sepenuhnya mampu untuk menyediakan listrik bagi seluruh masyarakat. Hal yang paling ironis adalah ketika tahun 2012 terungkap bahwa Pulau Pemping, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam adalah pulau yang berada dekat dengan negara Singapura-tidak dialiri listrik sama sekali. Tentu saja pada malam hari kondisi pulau Pemping gelap gulita, sedangkan Singapura terang benderang seolah kelebihan energy listrik. Dan diketahui bahwa negara Singapura mendapatkan pasokan listrik dari Indonesia, dengan transaksi jual-beli listrik dari PLN Batam. Terlebih lagi masalah ini sempat ditayangkan di televisi, sehingga membuat citra buruk bagi PLN.


Melakukan Identifikasi SWOT Faktor Eksternal (Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS))

OPPORTUNITY

1. Natural Resources : Seperti halnya kategori yang diambil dari Strength diatas. Sumber daya alam Indonesia dan energi yang kaya dan bisa didapatkan PLN sebagai BUMN, semestinya lebih bisa menciptakan tenaga listrik yang lebih optimal sehingga seluruh daerah bisa teraliri listrik. Sehingga dengan hal ini bisa membuat bendera PLN berkibar. Dan para pelanggan akan mengenal PLN sebagai BUMN yang baik dan juga sehat. Bukan opini negatif tentang PLN.

2. Cooperation : Kerjasama PLN dengan pihak swasta dalam banyak bidang, semestinya hal ini lebih bisa membuat daerah yang belum dialiri listrik bisa segera dialiri listrik. Sehingga bisa memenuhi tujuan RUPTL untuk meningkatkan laju pertumbuhan listrik di daerah-daerah yang belum dialiri oleh listrik.

3. Renewable Energy : Energi terbarukan yang sedang dikembangkan oleh PLN, akan bisa membuat PLN memenuhi tujuan RUPTL untuk meningkatkan laju pertumbuhan listrik di daerah-daerah yang belum dialiri oleh listrik. Sebut saja energi baru terbarukan yang akan dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), biofuel dan pembangkit listrik tenaga (PLT) biomass.

THREATS

1. KKN : Merujuk pada kategori Weakness. Opnum pekerja PLN yang khilaf dan melakukan praktek KKN yang akan membuat citra buruk bagi PLN, akan menjadi ancaman internal di tubuh PLN.

2. Selebihnya, ancaman yang datang dari pihak eksternal tidak ada. Hal ini dikarenakan PLN sebagai BUMN tidak mempunyai kompetitor. Karena bukan seperti halnya perusahaan swasta yang mempunyai cukup banyak kompetitor.

Berikut dibawah ini adalah Matrik Internal Factor Analysis Sumamry (IFAS) yang dirangkum dari Faktor Strength dan Weakness diatas :

Tabel 1. Matrik Internal Factor Analysis Sumamry (IFAS)

Dari hasil analisis pada Tabel 1. Matrik IFAS. Faktor Strength mempunyai total nilai skor 2.40 sementara itu Weakness mempunyai total nilai skor 0.70. Seperti halnya Matrik IFAS, maka matrik EFAS pun juga harus dilakukan identifikasi yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 2 Matrik EFAS dibawah ini :

Tabel 2. Matrik Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS)

Berikut dibawah ini adalah Matrik Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) yang dirangkum dari Faktor Opportunity dan Threats diatas :


Analisis yang didapat pada Tabel 2 Matrik EFAS menunjukkan bahwa untuk faktor Opportunity nilai skornya 1.90 dan faktor Threat 0.40. Selanjutnya nilai total skor dari masing-masing faktor dapat dirinci sebagai berikut :
Strength : 2.40
 Weakness  : 0.70
 Opportunity : 1.90
 Threats : 0.40

Maka diketahui nilai Strength diatas nilai Weakness, dengan selisih (+) 1.70 dan nilai Opportunity diatas nilai Threats dengan selisih (+) 1.50. Dari hasil identifikasi faktor-faktor tersebut maka dapat digambarkan dalam Diagram Cartesius SWOT yang dapat dilihat pada Gambar 1 dibawah ini :


 Gambar 1. Diagram Cartesius Analisis SWOT PLN

Dari nilai total masing-masing faktor selain digambarkan ke dalam diagram Cartesius SWOT, tetapi juga digambarkan dalam rumusan Matrik SWOT yang dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini :

Tabel 3. Rumusan Kombinasi Strategi Matrik SWOT

Dari analisa Matrik IFAS dan EFAS pada tabel 1 dan 2, juga telah disusun Matrik SWOT untuk menganalisis rumusan alternatif Strategi SO, WO, ST, dan WT yang hasil analisisnya dapat dilihat pada Tabel 4 dibawah ini :

Tabel 4. Kombinasi Strategi Matrik SWOT

Alternatif Perencanaan Strategi Kuantitatif Analisis Diagram SWOT

Dari diagram SWOT pada Gambar 1. Diagram Cartesius Analisis SWOT PLN, dihasilkan bahwa PLN ada pada Kuadran I yaitu Agresif. Maka alternatif strategi yang dapat dipakai oleh PLN adalah sebagai berikut :

1. Kuadran I Agresif adalah situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan PLN memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (Growth Oriented Strategy).

 Dan kemudian bila melihat dari rumusan Matrik SWOT pada Tabel 3. Rumusan Kombinasi Strategi Matrik SWOT. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis model kuantitatif perumusan strategi. Pembuatan analisis model kuantitatif tersebut didasari pada jumlah nilai skor masing-masing faktor. Baik itu Strategi SO, WO, ST, WT. Matriks perencanaan kombinasi strategi kuantitatif adalah sebagai berikut dibawah ini :
Tabel 5. Matriks Perencanaan Kombinasi Strategi Kuantitatif

Matrik perencanaan kombinasi strategi kuantitatif menunjukkan bahwa PLN perlu memanfaatkan Strategi SO yang mempunyai nilai skor tertinggi yaitu = 4.30, selanjutnya diikuti Strategi ST = 2.80, kemudian WO = 2.60, dan terakhir WT = 1.10. Adapun masing-masing Strategi yang harus dijalankan adalah sebagai berikut :
1. SO : yang Menggunakan Strength dalam memanfaatkan Opportunity
2. ST : Menggunakan Strength dalam meredam Threats
3. WO : Memperbaiki Weakness untuk memaksimalkan Opportunity.
 4. WT : Meminimalisasikan dan memperbaiki Weakness yang ada demi mengurangi Threats




KESIMPULAN dan SARAN

Kesimpulan
Dari apa yang sudah dijelaskan diatas mengenai penjelasan PLN dan juga Analisis SWOT PLN dengan tujuan untuk menentukan langkah PLN kedepannya demi harapan yang lebih baik. Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa PLN harus melakukan langkah sebagai berikut :

 1. Perusahaan PLN memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (Growth Oriented Strategy).
2. Dan kemudian secara berturut-turut melakukan strategi SO, ST, WO, dan WT.

Saran
Semoga penjelasan diatas bisa menjadi masukan yang baik bagi PLN. Tulisan ini hanya lah sekedar harapan saya sebagai seorang akademisi yang melihat permasalahan PLN dari sudut pandang hemat saya pribadi dengan pengetahuan yang saya miliki. Terima kasih kepada pembaca, dan khususnya kepada Blogdetik atas terselenggaranya kompetisi Aku dan PLN, dengan tema Harapanku Untuk PLN. Sehingga saya dapat berpartisipasi dalam menyumbang saran dan pemikiran bagi PLN.





Selasa, 07 Mei 2013

KEPEMIMPINAN

 


Kepemimpinan adalah seorang pemimpin yang memberikan suatu contoh dan mempengaruhinya kepada pengikutnya untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Berikut ini beberapa tipe pemimpin :
Tipe Otokratis Ciri-cirinya antara lain:
·       Mengandalkan kepada kekuatan / kekuasaan
·       Menganggap dirinya paling berkuasa.
·       Keras dalam mempertahankan prinsip.
·        Jauh dari para bawahan
·       Perintah diberikan secara paksa

Tipe Laissez Faire Ciri-ciri antara lain :
·        Memberi kebebasan kepada para bawahan
·        Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
·        Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan
·        Tidak mempunyai wibawa
·        Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik

Tipe Paternalistik Ciri-ciri antara lain :
·        Pemimpin bertindak sebagai bapak
·        Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa
·        Selalu memberikan perlindungan
·        Keputusan ada ditangan pemimpin.

Tipe Demokratis Ciri-ciri antara lain :
·        Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
·        Bersifat terbuka
·        Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-idebaru
·        Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat
·        Menghargai potensi individu

Menurut saya untuk seorang pemimpin dengan tipe otokratis itu terlalu keras karena dia jauh dari bawahannya, memang menjadi seorang pemimpin harus memiliki prinsip dan dia adalah seorang penguasa tetapi bagaimanapun seorang pemimpin tidak selamanya bisa menghadapi masalah – masalahnya sendirian tetapi seorang pemimpin juga butuh saran dan kritik dari bawahannya, jangan tersinggung atau ragu untuk menerima saran atau kritik tersebut, Kemudian untuk tipe kedua yaitu tipe Laissez Faire, saya pikir untuk menjalankan suatu organisasi seorang pemimping kurang efektif  jika semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan. Jadi menurut saya untuk seorang pemimpin sangat cocok, jika dia adalah seorang pemimpin dengan tipe demokratis. Tetapi untuk menjadi seorang pemimpin tidak harus berpatok pada satu tipe tersebut. Seperti halnya seorang pilot : Pilot yang berasumsi mengetahui segalanya bisa 'membunuh' seluruh penumpang pesawat. Demikian juga seorang pemimpin. Jangan tersinggung dan ragu menerima saran dari orang lain atau ketika menyarankan untuk mengikuti aturan tertentu. Bisa saja informasi tersebut berguna. Pilot ditemani oleh co-pilot. Sebab meskipun mereka memegang kendali penuh atas pesawat, pilot tetap butuh bantuan. Sama seperti dunia bisnis, jangan 'pergi' sendirian ke medan perang. Karena bagaimanapun tetap butuh pendamping dalam menyusun berbagai rencana kerja sehingga bisnis tetap berjalan meskipun anda sedang  beristirahat.