Fashion Girl

Vector design with Adobe Illustrator

Vector Design

Saving Your Vector Illustrations using Adobe Illustrator

Zahra Creative Design Studio

Assalamualaikum..

Kamis, 09 Oktober 2014

Telematika dan Arah Perkembangannya di Masa Depan



1.      Pengertian Telematika
Telematika yang berasal dari bahasa Perancis “Telematique”(dipopulerkan pertama kali pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L'informatisation de la Societe). Telematika merupakan perpaduan antara teknologi telekomunikasi, media dan informasi yang berkembang menjadi  teknologi digital atau “The Net” yang merujuk pada sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Kemudian dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”.
Menurut Kerangka Kebijakan Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia Teknologi Telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan Informatika. Senada dengan pendapat  pemerintah, TELEMATIKA diartikan sebagai singkatan dari  TELE= telekomunikasi, MA = multimedia, dan TIKA = informatika. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi (perpaduan) antara Teknologi Telemkomunikasi, Media, dan Informasi yang diproses menjadi system digital.

2.      Manfaat Telematika
1.      Sebagai penyampai informasi, agar masyarakat lebih mudah melakukan komunikasi sehingga menambah wawasan.
2.      Manfaat internet dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi dalam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan. Kemudian internet dalam e-Goverment juga dapat meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
3.      Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.

3.      Perkembangan  Telematika dalam Teknologi
Industri telematika (Information and Communication Technology – ICT) merupakan salah satu industri prioritas yang akan dan sedang dikembangkan Pemerintah melalui Kebijakan Pembangunan Industri Nasional. Industri telematika terdiri atas kelompok barang dan jasa, meliputi Industri Perangkat (devices), Infrastruktur/Jaringan (access, nodes, transport, support) dan software (piranti lunak) termasuk aplikasi (content). Bagi negara berkembang piranti lunak dan jasa pada umumnya memiliki peluang yang lebih besar karena relatif tidak memerlukan investasi besar dalam riset dan peralatan pendukung produksi. Hal ini disebabkan terutama karena piranti lunak lebih berbasis pada tenaga kerja berpengetahuan.
Terdapat empat langkah utama yang perlu dilakukan untuk mendorong terbentuknya Industri Telematika nasional yang kokoh dan mandiri, yaitu pengembangan infrastruktur telematika dengan membangun kemampuan nasional untuk dapat memproduksi piranti keras dan piranti lunak, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), penciptaan regulasi yang kondusif (perundangan dan kebijakan teknologi industri), serta pengembangan pasar domestik yang berpihak kepada industri dalam negeri. Pengembangan industri telematika dalam jangka menengah diarahkan pada tumbuhnya sentra-sentra pengembangan industri telematika, sedangkan dalam jangka panjang diharapkan industri telematika mampu mengisi pasar global.
Industri Teknologi Informasi skala kecil dan menengah (software house/UKM IT) dirasakan sulit menembus pasar global, karena kurangnya dukungan infrastruktur yang menunjang untuk menjangkau pasar global.  Regional IT Centre of excellence (RICE) adalah suatu konsep pembangunan dan pengoperasian pusat dukungan Teknologi informasi di beberapa daerah potensial (regional) yang memiliki tenaga ahli/pakar dan sarana/fasilitas penunjang siap pakai yang dapat digunakan sebagai Inkubator Regional dibidang IT. Secara bertahap RICE akan terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan dana yang ada untuk pendidikan dan latihan serta sosialisasi internasional dalam rangka promosi keberadaan RICE di dalam negeri. RICE didirikan sebagai Inkubator untuk mempercepat tumbuhnya usaha pengembang software dan penyedia jasa TI (software house) melalui bantuan teknis, bantuan manajerial, infrastruktur, dan pelatihan.  Sehingga produk dan jasa yang dihasilkan dapat dipasarkan baik ke pasar domestik maupun pasar global
Departemen Perindustrian mengembangkan RICE sejak  tahun 2002 di PT. Inti Bandung, dan sampai dengan saat ini telah berdiri di beberapa daerah lainnya antara lain, di Univ. Trisakti Jakarta, Univ. Gunadarma Depok-Jabar,  Melihat kondisi kemampuan RICE yang didukung oleh  sarana dan prasarana yang tersedia di RICE PT. Inti Bandung, seyogyanya RICE diberikan kepercayaan untuk dapat menimplementasikan.
            Arah Perkembangan Telematika di Masa Yang Akan Datang
Telematika yang berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Seperti telfon genggam yang berawal hanya berfungsi sebagai alat komunikasi kini dengan perkembangan teknologi yang canggih telfon genggam menjadi sebuah ponsel yang canggih (Smartphone) yang memberikan fasilitas – fasilitas pengguna seperti browsing, camera, video call, chatting, social media, push email, gps dsb. 

Sumber :


Sabtu, 19 April 2014

Bibliografi

1.   Bibliografi
Bibliografi = Daftar Pustaka = Sumber Referensi = Daftar Rujukan
Yaitu suatu daftar yang berisikan judul-judul buku, artikel, dan bahan terbitan lain yang dijadikan sebagai sumber rujukan dalam tulisan

2.   Fungsi Daftar Pustaka
Mendeskripsikan sumber referensi secara jelas
Melengkapi keterangan dalam catatan kaki

3.   Unsur Bibliografi
Nama Pengarang
Judul Buku / Artikel / Terbitan
Identitas / Data Publikasi

4.   Penyusunan Bibliografi
a.      Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b.     Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
c.      Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d.     Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e.      Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

5.   Jenis-Jenis Bibliografi
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
a.      Bibliografi deskriptif: Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
b.     Bibliografi evaluatif: Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.



Kamis, 20 Maret 2014

TUGAS BAHASA INDONESIA

A.  Catatan Kaki
Catatan kaki atau yang juga dikenal dengan istilah footnote adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Secara lengkap, Catatan kaki  adalah keterangan tambahan yang terletak di bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks karya ilmiah oleh sebuah garis sepanjang dua puluh ketukan (dua puluh karakter).
1.         Tujuan Catatan Kaki :
Pencantuman catatan kaki diperlukan dalam penulisan karya ilmiah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sumber referensi yang menjadi kajian peneliti. Selain itu, penulisan catatan kaki juga mempunyai tujuan untuk :

·        Menyusun Pembuktian
Semua pernyataan yang penting,yang bukan merupakan pengetahuan umum harus didukung oleh pembuktian-pembuktian. Catatan kaki menunjukan kebenaran-kebenaran yang pernah dicapai oleh seorang pengaran lain dalam bukunya atau tulisan-tulisannya.Sebab itu referensi dalam catatan kaki dimaksudkan untuk menunjukkan tempat atau sumber dimana suatu kebenaran telah dibuktikan oleh orang lain.

·        Menyatakan Hutang Budi
Penunjukan sumber pada catatan kaki dimasukan pula untuk menyatakan hutang budi kepada pengarang yang dikutip pendapatnya. Dengan menyebut nama pengarang yang dikutip pendapatnya itu,penulis telah menyatakan hutang budi kepadanya.

·        Menyatakan Keterangan Tambahan
Catatan kaki juga dimaksudkan sebagai keterangan tambahan untuk uraian. keterangan tambahan yang dimaksud dapat berupa :
1.   Inti atau sari dari fragmen yang dipinjam.
2.   Uraian teknis , keterangan insidental, atau materi yang memperjelas teks, atau informasi tambahan terhadap topik yang disebut dalam teks.
3.   Materi-materi penjelas yang kurang penting seperti perbaikan, atau pandangan-pandangan lain yang bertentangan.
4.   Merujuk bagian lain dari teks Catatan kaki dapat juga dipergunakan untuk menyediakan informasi kepada bagian-bagian lain dari tulisan itu . Misalnya penulis memberi catatan agar pembaca melihat atau memeriksa utaian padahalaman sebelumnya,atau hal-hal yang akan diuraikan.

2.           Fungsi Catatan Kaki

1.   Menjelaskan referensi yang dipergunakan bagi pernyataan dalam teks (catatan kaki sumber atau reference footnote).
2.   Menjelaskan komentar penulis terhadap pernyataan dalam teks yang dipandang penting, tetapi tak dapat dinyatakan bersama teks karena dapat mengganggu alur tulisan.
3.   Sebagai keterangan mengenai suatu hal yang dikemukakan dalam karangan ilmiah di halaman tersebut.
4.   Menunjukkan sumber lain yang membicarakan hal yang sama (catatan kaki isi atau content footnote). Jenis catatan kaki ini biasanya menggunakan kata‐kata: Lihat …, Bandingkan …, dan Uraian lebih lanjut dapat dilihat dalam …, dan sebagainya. Dianjurkan penggunaannya tidak berlebihan agar tidak menimbulkan kesan pamer. Penggunaan ungkapan tersebut perlu secara konsisten dan benar.

http://shandy-06shihab.blogspot.com/2010/11/tujuan-daftar-pustakakutipan-dan.html

3.         Contoh Catatan Kaki
         

Cover


Liberalisme adalah sebuah ideology, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. 3
_________________________________________


3       Liberalisme didefinisikan sebagai suatu etika social yang menganjurkan kebebasan dan kesetaraan secara umum.f Lihat(ed), Coady, C.A.J. Distributive Justice, A Companion to Contemporary Political Philosophy, editors Goodin, Robert E. and Pettit, Philip. Blackwell Publishing, 1995,p.440. Selanjutnya, menurut Lord Acton, Kebebasan itu sendiri bukanlah sarana untuk mencapai tujuan politik yang lebih tinggi. Ia sendiri adalah tujuan politik yang tertinggi.f- Lird Action.


Teori perdagangan bebas ini kemudian berkembang menjadi 3 aliran, yaitu : 1).Merkantilisme44, 2). Liberalisme dan 3).Neomerkantilisme
_________________________________________
44         Aliran Merkantilisme ialah kebijakan perdagangan ditujukan pada peningkatan ekspor sebanyak-banyaknya dan penekanan impor sekecil - kecilnya.


Pada akhirnya terjadilah perang tariff berkepanjangan, yang inilah akhirnya menjadikan salah satu penyebab utama meletusnya perang Dunia ke-2. 47
________________________________________
47         Asvi Warman Adam (et.al), Strategi Pemerintahan Dan Swasta Menghadapi AFTA, (Jakarta: LIPI), hlm. 40.


A.     Kutipan

Kutipan adalah salinan kalimat,paragraph,atau paendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya,baik yang terdapat dalam buku,jurnal,baik yang melalui media cetak maupun elektronik. Menurut kamus besar bahasa Indonesia,mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya.mengutip itu berbeda dengan plagiat.plagiat adalah mengambul karangan karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri.


1.     Jenis-jenis Kutipan :

Kutipan langsung (Direct Quotation) adalah kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, kata-kata yang digunakan sama seperti bahan aslinya
a.      Kutipan langsung dibagi menjadi 2,yaitu:
1.   Kutipan langsung pendek (Short Direct Quotation)
2.   Kutipan langsung panjang (Long Direct Quotation)
b.     Kutipan tidak langsung (Indirect Quotation atau paraphrase)
c.      Kutipan tidak langsung pendek (short direct quotation)
d.     Kutipan tidak langsung panjang (Long Direct Quotation)

2.     Fungsi Kutipan

Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1.       Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi.
2.       Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3.       Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4.       Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5.       Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6.       Meningkatkan estetika penulisan.
7.       Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.

3.     Contoh Kutipan

1.     huntingtion (1993, 45) argues that ”the Confucian-Islamic connection...has emergad to challenge Western interests, values and power”

2.     A growing concern is that „[c]lass analysis has been strangely absent from the..writing about Indonesian society and politics‟ (Tanter and Young 1990, 7)


3.    There is increasing recognition that „[t]he middle class has achieved a degree of prominence in the politics of Asua in recent years‟ (Robinson &
           Goodman 1992, 322, see also Koo 1991; Tanter & Young 1990).



Rabu, 08 Januari 2014

TUGAS BAHASA INDONESIA 3 (KESIMPULAN)

1.  Kutipan

Kutipan adalah salinan kalimat,paragraph,atau paendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya,baik yang terdapat dalam buku,jurnal,baik yang melalui media cetak maupun elektronik. Menurut kamus besar bahasa Indonesia,mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya.mengutip itu berbeda dengan plagiat.plagiat adalah mengambul karangan karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri.
  
a.     Jenis-jenis Kutipan

·       Kutipan langsung (Direct Quotation)
·       Kutipan tidak langsung (Indirect Quotation atau paraphrase)

b.     Fungsi Kutipan :

·       Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi.
·       Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
·       Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
·       Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
·       Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
·       Meningkatkan estetika penulisan.
·       Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.

c.      Contoh Kutipan :

Demikian pula dalam sebuah dewan perwakilan dimana suatu mayoritas orang harus disogok, tidak ada seorang anggota dewan pun yang memiliki banyak kekuatan tawar-menawar (Rasmusen dan Ramseyer 1994).

2.  Catatan Kaki

Catatan kaki atau yang juga dikenal dengan istilah footnote adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Secara lengkap, Catatan kaki  adalah keterangan tambahan yang terletak di bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks karya ilmiah oleh sebuah garis sepanjang dua puluh ketukan (dua puluh karakter).

a.     Tujuan Catatan Kaki :
·       Menyusun Pembuktian
·       Menyatakan Hutang Budi
·       Menyatakan Keterangan Tambahan


b.     Fungsi Catatan Kaki

1.     Menjelaskan referensi yang dipergunakan bagi pernyataan dalam teks (catatan kaki sumber atau reference footnote).
2.     Menjelaskan komentar penulis terhadap pernyataan dalam teks yang dipandang penting, tetapi tak dapat dinyatakan bersama teks karena dapat mengganggu alur tulisan.
3.     Sebagai keterangan mengenai suatu hal yang dikemukakan dalam karangan ilmiah di halaman tersebut.
4.     Menunjukkan sumber lain yang membicarakan hal yang sama (catatan kaki isi atau content footnote). Jenis catatan kaki ini biasanya menggunakan kata‐kata: Lihat …, Bandingkan …, dan Uraian lebih lanjut dapat dilihat dalam …, dan sebagainya. Dianjurkan penggunaannya tidak berlebihan agar tidak menimbulkan kesan pamer. Penggunaan ungkapan tersebut perlu secara konsisten dan benar.

c.      Contoh Catatan Kaki

Minat Viktor Frankl terhadap masalah kejiwaan terlihat sejak ia muda sekali. Ia menceritakan bahwa saat berusia 4 tahun sering bertanya-tanya apa artinya kehidupan kalau ia sudah mati? Pikiran itu terus-menerus muncul seakan-akan memaksanya untuk mencari jawaban tuntas.1
 --------------------------------------------------------------------------
1. Lihat “A Brief History of Logotherapy” tulisan Stephen Kalmar sebagai pengantar dari “Analecta frankliana”, kumpulan makalah pada world congress of logotherapy I tahun 1980 yang diterbitkan oleh Institute of Logotherapy, Barceley, California, 1982.
Bibliografi (Daftar Pustaka)

3.  Daftar Pustaka

Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata  Biblion yang berarti buku dan Graphein:  yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupadaftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.

a.     Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya
1.     Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap.
2.     Judul Buku, termasuk judul  tambahannya.
3.     Data Publikasi: penerbit,tempat terbit, tahun  terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
4.     Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah,atau surat kabar, tanggal dan tahun.



b.     Penyusunan Bibliografi
1.     Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
2.     Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutanabjad.
3.     Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensikedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengangaris sepanjang 5 atau 7 ketikan.
4.     Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
5.     Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

c.      Contoh Daftar Pustaka

Aristotle, The Politics, translated by T.A.Sinclair, Harmonds-Worth, Penguin Books, 1974.

PH. FOOT, Virtues and Vices, Oxford, Basil Blackwell, 1978.

F. Magnis Susanto, Etika Dasar, Yogyakarta, Kanisius, 1987.


Senin, 30 Desember 2013

Film Steve Jobs

Mengapa Ashton Kutcher Cocok Perankan Steve Jobs?

Ashton Kutcher dan Steve Jobs dalam dua foto berbeda dengan latar yang dimiripkan. (voici.fr)

Biorama terbaru Hollywood akan mengangkat kisah inspiratif kehidupan tokoh teknologi dunia sekaligus pendiri dan mantan CEO Apple Inc. (mendiang) Steve Jobs. Walaupun secara konten film yang diberi judul sesuai nama tokohnya, jOBS ini hanya menceritakan rentang kehidupan sang visioner sejak keluar dari kampus pada 1974 dan mendirikan perusahaan Apple bersama rekannya Steve Wozniak sampai perkenalan pertama iPod pada 2001, tetap banyak harapan membuncah bahwa inspirasi dari kisah hidup sang jenius bisa tergambarkan.
Film yang baru akan dirilis 16 Agustus di seluruh Amerika ini sekilas biasa-biasa saja, setidaknya menurut situs kritik film IMDB yang memberikan jOBS hanya 6,1 dari 10 bintang. Kritik dari Metascore juga memberi nilai film ini dengan 47% dari 100 peninjauan. Huffington Post mengulas bahwa jOBS “kurang menggali” alur kehidupan Steve Jobs yang sebenarnya. Tapi bagi saya tetap menarik, terlebih karena sang pemeran Ashton Kutcher yang di poster komersial filmnya nampak sangat sangat mirip Jobs.
Saya tidak banyak menonton film Ashton Kutcher, tapi cukup sering membaca ulasan dan artikel tentangnya sebagai aktor dan produser acara televisi Punk’d yang ditayangkan MTV. Dalam jOBS, Ashton harus menirukan gerak-gerik, mimik, bahkan memaksakan diet agar badannya terlihat lebih kurus seperti seseorang yang belakangan didera kanker. Banyak kalangan yang meragukan sosok Kutcher terlebih dalam hal kecocokannya dengan sosok Jobs yang penuh kharisma. Dan dalam hal ini saya setuju. Mengapa?
Pertama, Ashton Kutcher adalah sosok aktor dengan peran-peran “brondong imut”,playboy pembangkang ataupun muda yang berapi-api. Ini bisa dilihat dari peran-perannya dalam No Strings Attached (2011), My Boss’ Daughter (2003), atau  A Lot Like Love (2005). Kutcher banyak menyabet penghargaan Kids Choice Awards dan Teens Choice Awards sejak 2003 dan masih jadi idola kaum muda yang tak begitu serius.
Sementara Steve Jobs adalah seorang dengan karakter menginspirasi dan tidak serampangan. Dengar-dengar Kutcher sampai harus berkonsultasi dengan lingkar satu keluarga Jobs untuk menggali lebih dalam kebiasaan-kebiasaan sang tokoh untuk dipelajarinya, yang adalah hal bagus dan biasa dalam industri film. Daniel Day-Lewis melakukan lebih banyak sebelum siap memerankan Lincoln (2012), pun dengan ciamiknya dandanan Meryl Streep memerankan Margaret Thatcher (The Iron Lady, 2011).
Pencitraan peran yang diterakan pada seorang Ashton Kutcher jarang berbicara soal ketenangan dan fokus, yang sangat lekat sebagai tradisi Apple Inc. Memang saya terpikat akting Ashton Kutcher sebagai seorang kadet penjaga pantai dalam The Guardian (2006), di mana ia bisa terlihat sangat inspiratif walaupun tetap  khas pembangkang. Akan tetapi itu juga karena ada Kevin Costner yang mementorinya di samping alur cerita yang memang menyentuh.
Kedua, sosok Steve Jobs adalah hal besar. Ia berbicara berdasarkan pemikiran yang matang, bukan blak-blakan apalagi untuk urusan persaingan Silicon Valley. Memerankan tokoh seperti Jobs memerlukan pendalaman pikiran yang setidaknya mengenali permasalahan kompleks dalam mengurus sebuah korporasi, bermain dalam persaingan usaha teknologi, dan berkutat dengan urusan pribadi orang dewasa. Beberapa komentar di IMDB menilai ketimbang jOBS, film televisi Pirates of Silicon Valley (1999) lebih sukses menghadirkan pemeran tokoh-tokoh inovasi teknologi seperti Steve Jobs (Noah Wyle) dan Bill Gates (Anthony Michael Hall). Sentuhan karakter “liar” Kutcher dikhawatirkan sedikit banyak akan berpengaruh pada keseimbangan citra seorang Jobs. Banyak kritikus memprediksi sensasi jOBS tidak akan jauh berbeda dengan yang dihadirkan film potret serupa Social Network yang mengangkat Facebook.

Akan tetapi tetap saja saya setuju Kutcher memerangkan Jobs.
Ada banyak hal yang jadi pertimbangan, tapi karena ini industri film, kita berfokus pada bagian pencitraannya saja. Ashton Kutcher memiliki profil fisik yang kurang lebih sama dengan Steve Jobs. Tinggi badannya hanya 3 inci lebih pendek dari Jobs. Dalam beberapa kutipan foto behind the scene, Ashton nampak sangat “Jobs” dalam balutan pakaian kaus berkerah bundar tegak hitam yang bagian bawahnya diselipkan ke dalam jins pudar berwarna biru keputihan. Ditambah kacamata bulat kecil, nyaris tidak bisa menemukan pemeran lebih pas untuk Jobs selain Ashton Kutcher.
Foto ini (businessinsider.com) membandingkan profil fisik Ashton Kutcher dengan Steve Jobs dalam balutan busana yang sama. Hasilnya, keren!
Foto ini (businessinsider.com) membandingkan profil fisik Ashton Kutcher dengan Steve Jobs dalam balutan busana yang sama. Hasilnya, keren!
Ashton Kutcher juga bukan hanya seorang aktor dan produser. Kontributor ForbesDave Their sempat menuliskan bahwa Kutcher sejatinya adalah seorang “aktor tekno“. Publik sempat dikejutkan tahun lalu dengan pemberitaan bahwa ternyata Ashton Kutcher ikut berinvestasi dalam beberapa perusahaan teknologi terbaru, termasuk Foursquare dan Skype. Bahkan Kutcher telah menjalin kerjasama simultan dengan kapitalis ternama seperti Ron Burkle dan Guy Oseary dalam bisnisnya yang ini.
Secara pribadi Ashton Kutcher pernah  berujar, “Saya punya penilaian emosional terhadap sosok Steve Jobs.” Itu diutarakannya saat enam bulan sebelum kematian sang CEO, ia pernah hampir bertemu dengan Jobs akan tetapi batal karena urusan pekerjaan sampai akhirnya mendengar kabar kematian Jobs. Suatu hal yang ia klaim sangat disesalinya.
Nampaknya jOBS sengaja memilih Ashton Kutcher sebagai pemeran Steve bukan semata-mata karena garis mukanya yang menyerupai sang legenda. Ini adalah momen di mana sang aktor muda (35 tahun) menginjak tangga karakter yang lebih matang. Dibandingkan harus memilih, katakan saja, Jonathan Levitt atau Chad Michael Murray yang lebih kalem, produser Mark Hulme punya pertimbangan bahwa Kutcher harus diberi kesempatan. Kurang lebih, ia memiliki keunggulan absolut, bukan komparatif. Di samping itu, sentuhan genre drama untuk film ini banyak memerlukan pemeran yang bisa menambah kesan emosional dan hangat dari sekadar potret Jobs yang dalam kenyataannya jauh dari hingar-bingar.
Apapun itu, saya  menantikan jOBS tayang di bioskop Indonesia, meski hingga tulisan ini ditayangkan belum ada tanggal pasti. Ashton Kutcher tentu tidak akan pernah mewakili sosok Steve Jobs seutuhnya, akan tetapi tetap menarik ketika seorang pemeran “berondong imut” sekaligus venture capitalist muda meniti tantangan baru dengan memerankan seorang legenda teknologi dunia. Kita lihat akan seperti apa filmnya.

Kisah Hidup Steve Jobs




Masa Kecil Jobs

Sedikit ironis bahwa orang tua biologisnya justru menikah setelah Steve Jobs diadopsi dan memiliki satu orang anak lagi, Mona Simpson. Steve Jobs sendiri baru mengetahui tentang orang tua kandungnya itu pada usia 27 tahun.

Jobs kecil tinggal di seputaran Silicon Valley, maka tak heran kalau kecintaannya terhadap benda-benda elektronik sangat besar. Di sini mulai terlihat bakatnya dalam mengutak-atik benda elektronik, termasuk komputer pada jaman itu.

Saat SMA, di sela-sela waktu luangnya Jobs sering berkunjung ke Hewlett-Packard. Di sanalah dia bertemu dengan Steve Wozniak – yang dipanggil Woz – seorang insinyur komputer yang sangat cerdas. Meski Woz lebih tua lima tahun, tetapi karena kesamaan minat, mereka cepat menjadi akrab.

Meski cerdas dan inovatif, Jobs selalu bermasalah dengan pendidikan formalnya. Di sekolah, dia terkenal siswa yang bengal. Bahkan Jobs hanya kuliah selama satu semester dan memutuskan drop-out. Jobs lebih suka masuk ke kelas seni tipografi dan kelas-kelas spiritual.

Akhirnya, sekitar tahun 1974, Jobs nekat pergi ke India untuk mencari pencerahan spiritual, meninggalkan karier yang baru saja dirintisnya sebagai desainer video game di Atari.

Menurunnya Kondisi Jobs

Pada tahun 2003, Jobs terserang kanker pankreas. Sebenarnya kanker ini bukanlah jenis yang mematikan jika segera dioperasi. Tapi sayangnya Jobs menolak opsi untuk dioperasi. Dia lebih memilih untuk menjalani terapi yang berasal dari negara-negara Timur.

Meski akhirnya setuju juga untuk dioperasi, namun nampaknya sudah terlambat. Kanker inilah yang terus menggerogoti kesehatannya. Di tahun 2009, Jobs tidak lagi tampil di berbagai event dimana ia mestinya tampil. 

Namun kanker sepertinya bukan halangan bagi Jobs untuk terus berinovasi. Tahun 2007, Apple kembali menggebrak dengan produk inovatifnya, iPhone. Bahkan di tahun 2010, ia mengejutkan banyak orang dengan kembali tampil di berbagai event, termasuk ketika memperkenalkan iPad.

Tetapi Jobs akhirnya menyerah juga. Pada bulan Agustus 2011 lalu, ia menyampaikan permohonan pengunduran dirinya dari Apple. Dan belum genap sebulan setelahnya, ia pun pulang menghadap Sang Pencipta.

Steve Jobs mungkin memang tidak ada lagi di tengah kita. Namun semangat dan produk buah tangan dinginnya akan selalu berada di sekeliling kita. (Yahya Kurniawan)


10 Fakta Menarik tentang Steve Jobs

1. Steve Jobs didiagnosis menderita disleksia (ketidakmampuan belajar yang disebabkan sulitnya orang tersebut melakukan aktivitas membaca dan menulis). Tokoh lain yang juga didiagnosis mengalami disleksia adalah Albert Einstein dan Alexander Graham Bell (penemu telepon).

2. Steve Jobs merupakan seorang pescetarian, yakni seseorang yang tidak makan daging, kecuali ikan. Ia juga tidak makan telur dan semua produk hasil peternakan (seperti susu dan keju).

3. Pembelian The Graphics Group (yang lalu menjadi Pixar) dari divisi grafis Lucasfilm sebesar  US$10 juta telah membuat Steve Jobs hampir bangkrut. Untungnya, Pixar mendapatkan kontrak dari Disney untuk membuat aneka film animasi seperti Toy Story, Monsters, A Bug’s Life dan Cars.

4. Sebagai seorang penganut Buddha, Jobs pernah berpikir menjadi seorang biksu. Namun keinginannya itu batal dilakoninya.

5. Saat kembali ke Apple, Jobs menunda semua program CSR Apple dengan alasan menunggu sampai Apple mendapatkan laba kembali. Sayangnya, setelah Apple menjadi perusahaan dengan pendapatan sebesar US$40 miliar, program CSR tersebut tetap dihentikan. 

6. Sebagai CEO Apple, Steve hanya bergaji US$1 setahun. Namun, ia memiliki 5 juta saham Apple dan 138 juta saham di Disney. Di tahun 2010, majalah Forbes memperkirakan kekayaan bersih Jobs mencapai US$7 miliar, meletakkannya dalam urutan ke-136 orang terkaya di dunia. 

7. Dalam urutan karyawan di Apple, Steve Jobs mendapat nomor urut 0, sehingga mendahului Steve Wozniak yang mendapat nomor urut 1.

8. Steve Jobs membeli setelan jas pertamanya di usia 22. Setelan ini dikenakannya untuk mempresentasikan Apple II di West Coast Computer Fair pada tahun 1977.

9. Pakaian “dinas lapangan” sehari-hari Jobs adalah sweater hitam dengan kerah merek St. Croix, celana jins biru bermerek Levi’s serta sepatu Sneakers ukuran 14.

10. Steve menyukai kendaraan buatan Jerman. Ia mengendarai Mercedes SL55 AMG tanpa nomor polisi. Di area parkir kantor, mobil Steve akan mudah dikenali dari posisinya yang menempati area untuk orang cacat.