Selasa, 11 Desember 2012

Menganalisa Group Bakrie menggunakan Analisis SWOT


Berangkat dari rasa tertantang, dalam artian seperti ada tantangan tersendiri bagi saya untuk ikut serta pada lomba yang bertajuk “Seandainya Saya Jadi CEO Grup Bakrie”. Selain itu ada gejolak tersendiri dalam diri saya pribadi yang berkata demikian tapi tak bersuara :
“Kenapa tidak saya ikut serta pada lomba ini ?.” Lalu pertanyaan lain muncul satu-persatu, akibat dari rasa tertantang tersebut. 
“Dengan mengikuti lomba ini, toh saya akan bisa mendapatkan ilmu yang mungkin saja bisa bermanfaat bagi saya saat mengerjakan Tesis kelak di kemudian hari.”
Mendapatkan ilmu ?. Ya, karena menulis untuk ikut serta lomba ini, saya secara langsung juga belajar bagaimana menganalisis suatu perusahaan dengan menggunakan Metode Analisis SWOT. Lalu, saya pun juga dapat mengerti sedikit banyak mengenai Grup Bakrie. Dimulai dari kapan Bakrie didirikan, siapa yang mendirikan, Grup Bakrie bergerak dalam bidang bisnis apa, dan langkah-langkah apa saja yang telah dilakukan Pimpinan Manajemen Grup Bakrie, dan keputusan-keputusan apa saja yang sudah atau akan direalisasikan kedepannya.
Ibarat kata orang bijak “Apa yang kita lakukan hari ini adalah buah dari apa yang kita tanam dulu”. Terjadi korelasi dengan apa yang saya lakukan sekarang ini dengan mengikuti lomba blog “Seandainya Saya Jadi CEO Grup Bakrie” yang diadakan oleh Pak Anindya Bakrie lewat website-nya (http://aninbakrie.com/lomba_blog/). Korelasi tersebut antara lain : Saya mendapatkan pengetahuan bagaimana langkah-langkah dalam menganalisa perusahaan dengan Analisis SWOT. Dan di masa depan kelak Insya ALLAH (jika ALLAH swt mengijinkan) ilmu yang saya dapat sekarang ini bisa berguna bagi saya khususnya, dan juga bisa saya terapkan pada perusahaan tempat saya bekerja, ataupun bisa berguna bagi tatanan hidup bermasyrakat dalam segala aspek. Perumpamaan kata orang bijak tersebut juga berlaku pada Grup Bakrie. Dan terjadi korelasi antara kesuksesan yang diraih Grup Bakrie saat ini dengan apa yang telah dilakukan individu-individu Grup Bakrie dalam memajukan dan mengembangkan Grup Bakrie dulu hingga sekarang ini yang masih tetap eksis, dan bisa kita dengar dan lihat hal yang nyata dari keeksisan Grup Bakrie. Salah satu contohnya adalah produk handphone dengan jaringan CDMA yang diproduksi oleh Grup Bakrie, dan lain sebagainya.
Berbicara tentang Tesis diatas yang sudah terlanjur tertulis. Mohon izinkan saya untuk menceritakan latar belakang pendidikan yang sedang saya geluti sekarang ini, tentunya dengan kerendahan hati yang saya persembahkan kepada pembaca agar hal ini tidak disalah-artikan sebagai menyombongkan diri. Latar belakang pendidikan saya sekarang ini masih kuliah di Universitas Swasta di bilangan Jakarta dengan mengambil jurusan Sistem Informasi Bisnis. Dan yang saya harapkan dalam membuat tulisan yang mengandung materi Analisis SWOT bisa membantu saya dalam mencari judul Tesis di semester 4 kelak, kebetulan saat ini saya masih semester 2. Jujur, itu saja yang saya harapkan. Dan kalau boleh jujur, tulisan ini berangkat dari hal tersebut yaitu agar paham dan mengerti bagaimana menganalisa sebuah perusahaan dengan Analisis SWOT, tidak ada hal lain dari itu. Dan Alhamdulillah, tulisan ini pun akhirnya bisa diselesaikan dengan baik karena saya telah memberikan semaksimal yang saya miliki. Semoga berkenan, dan silahkan membaca tentang Ide dan Pemikiran saya mengenai “Seandainya Saya Jadi CEO Grup Bakrie” dengan menerapkan perhitungan dan berbagai macam pendekatan Analisis SWOT. Semoga apa yang saya tuangkan di dalam tulisan ini bisa bermanfaat bagi pembaca, dan dapat diterima oleh Pimpinan Manajemen Grup Bakrie.
DEFINISI SWOT
Dikutip dari potongan artikel dari buku yang dikarang oleh Rangkuti (2001), dan dikutip dari Wikipedia. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai macam faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan, Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan Strength dan Opportunity. Tapi juga dapat meminimalkan Weakness dan Threats. SWOT juga singkatan dari Strength Opportunity Weakness Threats. SWOT juga merupakan faktor-faktor strategis perusahaan yang perlu dianalisis dalam kondisi yang ada pada saat ini.
Dalam melakukan analisis SWOT, melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis perusahaan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dari bisnis perusahaan tersebut. Dan kemudian menerapkan identifikasi-identifikasi tersebut ke dalam gambar dan tabel matrik SWOT.

Cara Melakukan Analisis SWOT
Langkah pertama, lakukan identifikasi dari faktor Internal dan Eksternal. Dan kemudian setelah semua faktor teridentifikasi maka dilakukan pembobotan serta ranking. Caranya sebagai berikut
a. Tentukan bobot SWOT, bobot dihitung : 0.0 (tidak penting) sampai 1.0 (sangat penting). Jumlah bobot untuk Opportunity dan Threats adalah 1.00, demikian juga dengan bobot Strength dan Weakness yang juga 1.00.
b. Ranking ditentukan mulai dari angka 1 (dibawah rata-rata), 2 (rata-rata), 3 (diatas rata-rata), dan 4 (sangat baik). Nilai ranking Opportunity dan Threats selalu bertolak belakang, misalnya apabila faktor Threat­-nya besar maka diberi nilai 4. Hal yang sama juga dilakukan untuk nilai Strength dan Weakness.
Di dalam analisis SWOT, hasil nilai skor yang didapat akan menentukan apakah Opportunity (nilai positif) atau Threats (negatif), dan apakah faktor Strength mengungguli (+) Weakness (-), dan kemudian akan didapat 4 kwadran rekomendasi. Adapun 4 kwadran itu antara lain :
1. Stability, Strategi WO (Weakness Opportunity)
2. Growth, Strategi SO (Strength Opportunity)
3.
Diversification, Strategi ST (Strength Threats)
4. Defence, Strategi WT (Weakness Threats)

Gambaran keempat kwadran tersebut dapat dilihat pada
Gambar 1. Diagram Cartesius Analysis SWOT Grup Bakrie pada tulisan ini.
Lebih mendetail tentang SWOT dalam pembahasan pada tulisan saya mengenai Grup Bakrie adalah sebagai berikut dibawah ini :

Melakukan Identifikasi SWOT Faktor Internal (Internal Factor Analysis Sumamry (IFAS))
STRENGTH
1. A Very Big Company : Sampai saat ini Grup Bakrie memiliki kurang lebih 5 kategori usaha yang paling vital di Indonesia, dan dibawahi oleh Perusahaan Induk bernama Bakrie & Brothers. 5 kategori usaha Grup Bakrie terdiri dari Bakrie Telecom (Perusahaan Bisnis Telekomunikasi), Bakrie Sumatera Plantations (Perusahaan Agri Bisnis Kelapa Sawit dan Pohon Karet), Bakrieland (Perusahaan Bisnis Properti), Bumi Resources (Perusahaan Bisnis Tambang, Logam, Minyak Bumi & Gas, Batubara).
2. Popularity of Grup Bakrie’s name : Sampai saat ini di umur yang ke 70 tahun, nama Bakrie sangat populer dan dikenal banyak orang dari berbagai macam kalangan. Baik masyarakat lokal dan mancanegara, khususnya yang menjalin relasi bisnis dengan Grup Bakrie. Nama Bakrie dikenal karena adanya  jor-joran (diusahakan terus-menerus) dalam mengangkat nama Bakrie, contohnya seperti lewat banyak media seperti media televisi, media cetak, media online (website dan social media). Dan juga lewat acara offline, seperti memberikan beasiswa kepada pelajar Indonesia, membantu orang yang kesulitan (fakir miskin, anak terlantar, orang jompo), dan lain sebagainya.
3. Solid Management : SIM (Sistem Informasi Manajemen / Management Information System) di Grup Bakrie sangat solid. Dimulai dari sumber daya manusianya, baik karyawan hingga pimpinan manajemen (Leader Management) bersatu-padu untuk mempertahankan eksistensi setiap sendi-sendi bisnis usaha Bakrie agar terus berjalan sesuai dengan SOP (Standard Of Procedure) perusahaan, dan tentunya bisa eksis hingga waktu yang lama. Terbukti sampai saat ini semua usaha Bakrie belum mendapati masalah.
4. Earnings Gains (Profit Laba) : Sampai saat ini dikutip berdasarkan dari website Grup Bakrie. Contohnya seperti Bakrie Telecom, Bakrie Sumatera Plantations, Bakrieland, Bumi Resources, dan utamanya Bakrie & Brothers. Financial Statement (Laporan Keuangan) tercatat selau mengalami profit laba yang cukup tinggi, alias tidak merugi.
WEAKNESS
1. Debt : Sampai saat ini ganti rugi untuk sebagian besar Korban lumpur Sidoarjo atas harta benda mereka yang hilang alias tidak dapat lagi digunakan belum dilunasi sepenuhnya (sumber : antaranews.com). Hal ini tentunya bisa mencoreng nama Bakrie sekaligus menjatuhkan citra Bakrie di mata masyarakat lokal. Terlebih lagi berita ini diekspos di banyak media. Contohnya seperti : media televisi, media cetak, media online (website, weblog, dan social media). Solusinya dibutuhkan kepedulian tinggi untuk mengatasi masalah tersebut diatas. Di lain sisi, ada hutang besar lainnya. Salah satu contohnya seperti hutang Grup Bakrie terhadap Credit Suisse (sumber : kontan.co.id), dan perusahaan media dari Grup Bakrie lainnya yang juga terbelit hutang (sumber : detik.com). Hutang adalah hal yang wajar, karena setiap perusahaan besar pastinya akan menangguk hutang yang besar juga selain keuntungan yang besar pula. Tapi hal ini perlu diselesaikan dengan segera agar citra Grup Bakrie tidak tercoreng.
2. Outsourcing : Tenaga buruh / pekerja di beberapa Grup usaha bisnis Bakrie sebagian besar melibatkan tenaga yang bersumber / diambil dari Outsourcing (Yayasan penyedia sumber daya manusia untuk dipekerjakan). Hal ini mungkin tidak berdampak besar atas masalah atau hal yang buruk menimpa Grup Bakrie. Namun, tenaga outsourcing itu perlu ‘diambil’ (dimiliki) hak kepemilikan penuhnya. Dalam kata lainnya menjadi karyawan tetap. Hal ini bertujuan agar menciptakan kecintaan tersendiri karyawannya akan suasana kerja di Grup Bakrie, dan siap sedia memberikan tanggung jawab seutuhnya dan hasil kerja yang maksimal dari setiap individunya.
3. Imaging (pencitraan) : Pencitraan memang sangat dibutuhkan bagi setiap perusahaan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat. Namun, itu ada kadarnya. Pencitraan yang berlebihan tapi pada kenyataannya yang terjadi di lapangan tidak sejalan dengan pemberitaan hiperbola yang diberitakan akan membuat empati masyarakat terhadap Grup Bakrie menjadi berkurang, dan mungkin akan mencapai titik yang terendah.
4. Negative Reputation : Reputasi negatif yang menimpa Grup Bakrie bisa menjadi hal yang mengerikan di kemudian hari bila tidak diatasi secara maksimal dan berkelanjutan. Contoh masalahnya seperti diatas : Hutang atas korban lumpur sidoarjo dan hutang lainnya yang belum dilunasi, pencitraan yang berlebihan, dan masalah lainnya akan berdampak buruk terhadap pandangan masyarakat kepada Grup Bakrie.

Melakukan Identifikasi SWOT Faktor Eksternal Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS)
OPPORTUNITIES
1. Maximize What Bakrie Have : Sesungguhnya Grup Bakrie bisa memaksimalkan semua unit bisnisnya. Salah satunya lewat anak perusahaan Grup Bakrie yaitu Bumi Resources, bisa saja membuat energi terbarukan. Contohnya seperti menjadi produsen Panel Surya. Terlebih lagi perusahaan swasta yang memproduksi alat-alat untuk energi terbarukan masih jarang untuk saat ini.  Lalu, bisa saja lewat anak perusahaan Grup Bakrie lainnya seperti Bakrie Telecom keluar dari pakemnya dengan mengeluarkan produk handphone GSM, atau bahkan Tablet PC GSM, dan gadget lainnya. Karena produk lokal untuk Tablet PC untuk saat ini masih bisa dihitung dengan jari, ini peluang. Terlebih lagi jika Bakrie Telecom mampu mengeluarkan produk dengan tren teknologi terkini tapi dengan harga dibawah pasar aslinya, alias harga dibawah produk sejenis lainnya. Intinya memaksimalkan apa yang sudah Grup Bakrie miliki untuk meraih pasar yang lain. 
2. Give Help To Exploration What Indonesia Have : Sebatas pengetahuan saya yang didapat dari proses belajar mengajar di lingkungan perkuliahan, dan mempadu-padankan berdasarkan kutipan berita yang terhangat pada saat  ini (sumber : republika.co.id) bahwa cadangan minyak bumi dan migas yang dimiliki oleh Indonesia mencapai 277 juta barel untuk minyak bumi dan migas sebesar 5.5 triliun kaki kubik. Keduanya tersebar di 50 titik yang belum dikembangkan sama sekali oleh Indonesia. Nah, disini lah letak peluangnya. Kenapa Grup Bakrie melalui anak perusahaannya Bumi Resources tidak menjadi tokoh utama selain Pemerintah Indonesia itu sendiri untuk melakukan eksplorasi minyak bumi dan migas di 50 titik tersebut. Untuk urusan dana, memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun hasil yang akan didapat bisa menguntungkan kedua belah pihak, Pemerintah Indonesia dan Grup Bakrie. Dibandingkan dengan mempercayakan penanganan eksplorasi ini ke tangan perusahaan negara asing, lebih baik memberikan kepercayaan itu kepada perusahaan lokal yang memang sudah berkompeten pada bidang tersebut, yaitu Grup Bakrie.
3. Provide ‘A Place’ For Indonesia Student : Menyediakan banyak tempat sebagai wadah pendidikan untuk pelajar Indonesia, utamanya dalam hal perkembangan teknologi terkini. Salah satu isu hangatnya adalah mengembangkan Teknologi Nano, karena Teknologi Nano bisa bermanfaat pada semua bidang. Terlebih lagi Grup Bakrie mempunyai Universitas tersendiri yaitu Universitas Bakrie, yang bisa menciptakan peluang ini. Bisa jadi di masa depan kelak, generasi pelajar yang sekarang ini akan menjadi salah satu manajer tertinggi di Grup Bakrie yang secara langsung bisa menguntungkan Grup Bakrie itu sendiri. Keuntungannya, bisa jadi di masa depan kelak teknologi yang jika diasumsikan sekarang masih diteliti akan bisa direalisasikan di kemudian hari di masa depan nanti yang akan berguna bagi Indonesia. Dengan ini, Grup Bakrie bisa jadi akan menjadi pioneer dari sebuah produk yang dikembangkan oleh para pelajarnya yang didanai oleh Grup Bakrie. 
4. To be Pioneer : Sejatinya dengan didukung seluruh unit usaha yang dimiliki oleh Grup Bakrie. Grup Bakrie ini bisa saja menjadi pioneer dari sebuah produksi. Namun memproduksi barang apa, ini lah yang harus dipikirkan dengan baik dan matang. Garis besarnya, melihat apa yang sedang dibutuhkan oleh banyak orang pada saat ini. Lalu, peluang pasar untuk Grup Bakrie ini sesungguhnya terbuka lebar, salah satunya karena ada faktor relasi bisnis. Jadi peluang pasar cukup terbuka lebar, baik pasar lokal ataupun mancanegara.
THREATS
1. Political Party : Dicalonkannya salah satu atau beberapa nama keluarga Bakrie ke dalam partai politik bisa menimbulkan riak-riak kecil yang mengandung resiko dari yang kecil sampai yang sangat besar. Seperti yang kita ketahui bersama, jegal-menjegal adalah hal yang biasa dalam dunia politik. Probabilitas kemungkinan terjadinya pencitraan buruk dari salah satu usaha bisnis Bakrie bisa saja akan bermunculan, meskipun prosentasenya sedikit. Namun, hal itu akan berimbas pada pandangan masyarakat terhadap Grup Bakrie, meskipun tidak seluruh unitnya. Political Party ini memang ibarat dua sisi mata uang. Di lain sisi mengandung resiko, tapi di lain sisi jika masyarakat puas akan kinerja salah satu atau beberapa keluarga Bakrie akan perubahan yang terjadi di Indonesia, maka pandangan positif dari seluruh lapisan masyarakat akan mengarah kepada Grup Bakrie.
2. ‘Political’ Business : Tidak hanya Partai yang kaitannya dengan politik. Namun Bisnis juga ada kaitannya denga Politik yang konon sekarang ini menguap bahwa politik itu tidak sehat. Ya, politik dalam bisnis bisa jadi sebuah ancaman bagi Grup Bakrie. Bisa jadi akan ada kompetitor yang tercipta atas dasar dislike (ketidak-sukaan) pada Grup Bakrie, dan ingin menjatuhkan salah satu produk dari anak perusahaan Grup Bakrie. Terlepas di sisi lain, kompetitor lainnya yang bersaing secara sehat sudah banyak. Ini ditambah dengan kompetitor yang bersaing tidak secara sehat.
3. Debt and Negative Reputation : Gabungan antara hutang dan reputasi negatif yang sudah diuraikan diatas bisa jadi akan menjadi salah satu ancaman terbesar
4. Media : Bisa jadi ancaman akan datang lewat berbagai macam media. Baik media televisi, media radio, media cetak, media online (website / weblog atau social media online) yang memberitakan kabar tak sedap mengenai Grup Bakrie. Meskipun ini ada korelasinya dengan Debt and Negative Reputation. Dalam artian, selama 2 hal tersebut tidak diselesaikan, media akan terus melakukan pemberitaan negatif terhadap Grup Bakrie, meskipun intensitasnya tidak selalu tinggi.
Berikut dibawah ini adalah Matrik Internal Factor Analysis Sumamry (IFAS) yang dirangkum dari Faktor Strength dan Weakness diatas :
STRENGTH
No.
URAIAN
Bobot
Ranking
Nilai Skor
1.
A Very Big Company : Sampai saat ini Grup Bakrie memiliki kurang lebih 5 kategori usaha yang paling vital di Indonesia.

0.20

4

0.80

2.
Popularity of Grup Bakrie’s name : Sampai saat ini di umur yang ke 70 tahun, nama Bakrie sangat populer dan dikenal banyak orang dari berbagai macam kalangan.


0.20

3

0.60
3.
Solid Management : SIM (Sistem Informasi Manajemen / Management Information System) di Grup Bakrie sangat solid.

0.15

3

0.45

4.
Earnings Gains (Profit Laba) : Sampai saat ini Grup Bakrie, Financial Statement (Laporan Keuangan) tercatat selau mengalami profit laba yang cukup tinggi, alias tidak merugi.


0.15

3

0.45
Sub Total                                                                           0.75

2.30
WEAKNESS
1.
Debt : Sampai saat ini ganti rugi untuk sebagian besar Korban lumpur Sidoarjo atas harta benda mereka yang hilang alias tidak dapat lagi digunakan belum dilunasi sepenuhnya.


0.20

4

0.80
2.
Outsourcing : Tenaga buruh / pekerja di beberapa Grup usaha bisnis Bakrie sebagian besar melibatkan tenaga yang bersumber / diambil dari Outsourcing.

0.05

2

0.10
3.
Imaging (pencitraan) : Pencitraan yang berlebihan
0.10
2
0.20

4.
Negative Reputation : Reputasi negatif yang menimpa Grup Bakrie bisa menjadi hal yang mengerikan di kemudian hari bila tidak diatasi secara maksimal dan berkelanjutan.

0.20

4

0.80
Sub Total                                                                            0.55

1.90
                                                                                                         Total

  1.30

4.20
Tabel 1. Matrik Internal Factor Analysis Sumamry (IFAS)
Dari hasil analisis pada Tabel 1. Matrik IFAS. Faktor Strength mempunyai total nilai skor 2.30 sementara itu Weakness mempunyai total nilai skor 1.90. Seperti halnya Matrik IFAS, maka matrik EFAS pun juga harus dilakukan identifikasi yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 2 Matrik EFAS dibawah ini :

Berikut dibawah ini adalah Matrik Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) yang dirangkum dari Faktor Opportunity dan Threats diatas :

OPPORTUNITY
No.
URAIAN
Bobot
Ranking
Nilai Skor
1.
Maximize What Bakrie Have : Sesungguhnya Grup Bakrie bisa memaksimalkan semua unit bisnisnya.

0.10

3

0.30

2.
Give Help To Exploration What Indonesia Have : Kenapa Grup Bakrie melalui anak perusahaannya Bumi Resources tidak menjadi tokoh utama selain Pemerintah Indonesia itu sendiri untuk melakukan eksplorasi minyak bumi dan migas.


0.20


4


0.80


3.
Provide ‘A Place’ For Indonesia Student : Menyediakan banyak tempat sebagai wadah pendidikan untuk pelajar Indonesia, utamanya dalam hal perkembangan teknologi terkini.

0.20

4

0.80


4.
To be Pioneer : Sejatinya dengan didukung seluruh unit usaha yang dimiliki oleh Grup Bakrie. Grup Bakrie ini bisa saja menjadi pioneer dari sebuah produksi.

0.05

2

0.10


Sub Total                                                                          0.55

2.00
THREATS
1.
Political Party : Dicalonkannya salah satu atau beberapa nama keluarga Bakrie ke dalam partai politik bisa menimbulkan riak-riak kecil yang mengandung resiko dari yang kecil sampai yang sangat besar.

0.20

4

0.80



2.
‘Political’ Business : Politik dalam bisnis bisa jadi sebuah ancaman bagi Grup Bakrie. Bisa jadi akan ada kompetitor yang tercipta atas dasar dislike (ketidak-sukaan) pada Grup Bakrie.

0.05

2


0.10


3.
Debt and Negative Reputation : Gabungan antara hutang dan reputasi negatif yang sudah diuraikan diatas bisa jadi akan menjadi salah satu ancaman terbesar

0.20

4

0.80
4.
Media : Bisa jadi ancaman akan datang lewat berbagai macam media.

0.15

3

0.45

Sub Total                                                                           0.60

2.15
                                                                                                          Total

1.15

4.15
Tabel 2. Matrik Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS)
Analisis yang didapat pada Tabel 2 Matrik EFAS menunjukkan bahwa untuk faktor Opportunity nilai skornya 2.00 dan faktor Threat 2.15. Selanjutnya nilai total skor dari masing-masing faktor dapat dirinci sebagai berikut :
Strength      : 2.30
Weakness 
 : 1.90
Opportunity
: 2.00
Threats       
: 2.15
Maka diketahui nilai Strength diatas nilai Weakness, dengan selisih (+) 0.40 dan nilai Opportunity dibawah nilai Threats dengan selisih (-) 0.15. Dari hasil identifikasi faktor-faktor tersebut maka dapat digambarkan dalam Diagram Cartesius SWOT yang dapat dilihat pada Gambar 1 dibawah ini :

Gambar 1. Diagram Cartesius Analysis SWOT Grup Bakrie
Dari nilai total masing-masing faktor selain digambarkan ke dalam diagram Cartesius SWOT, tetapi juga digambarkan dalam rumusan Matrik SWOT yang dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini :
IFAS
EFAS
                Strength (S)
              Weakness (W)

Opportunity (O)
Strategi (SO) :
= 2.30 + 2.00
= 4.30
Strategi (WO) :
= 1.90 + 2.00
= 3.90

Threats (T)
Strategi (ST)
= 2.30 + 2.15
= 4.45
Strategi (WT) :
= 1.90 + 2.15
= 4.05
Tabel 3. Rumusan Kombinasi Strategi Matrik SWOT

Dari analisa Matrik IFAS dan EFAS pada tabel 1 dan 2, juga telah disusun Matrik SWOT untuk menganalisis
rumusan alternative Strategi SO, WO, ST, dan WT yang hasil analisisnya dapat dilihat pada Tabel 4 dibawah
ini :







Right Arrow: Faktor Internal
 









Strength (S) :

1. A Very Big Company
2. Popularity Of Grup Bakrie’s
    Name
3. Solid Management
4. Earnings Gains (Profit Laba)
Weakness (W) :

1. Debt
2. Outsourcing
3. Imaging
4. Negative Reputation

Opportunity (O) :

1. Maximize What Bakrie Have
2. Give Help To Exploration
    What Indonesia Have
3. Provide A Place For   
    Indonesia Student
4. To Be Pioneer



Strategi (SO) :

Menggunakan Strength (kekuatan) untuk memanfaatkan dan memaksimalkan Opportunity (peluang). Perusahaan yang besar dengan popularitas nama yang besar pula, juga manajemen yang solid disertai keuntungan laba yang tinggi akan bisa memaksimalkan peluang yang ada. Seperti memaksimalkan apa yang Grup Bakrie miliki, bekerjasama dengan Indonesia dalam hal eksplorasi minyak bumi dan pendidikan. Disertai usaha untuk jadi Market Leader (Pemimpin Pasar)
Strategi (WO) :

Melakukan perbaikan terhadap Weakness (kelemahan) yang dimiliki untuk memanfaatkan Opportunity. Dalam artian meminimalisasikan hutang, pencitraan yang berlebihan, reputasi negatif dan juga memperbaiki sistem manajemen karyawan yang masih dalam ruang lingkup outsourcing. Setelah melakukan perbaikan pada poin diatas, maka Grup Bakrie akan dapat memanfaatkan peluang yang ada.
Threats (T) :

1. Political Party
2. Political Business
3. Debt and Negative
    Reputation
4. Media




Strategi (ST) :

Menggunakan Strength yang dimiliki oleh Grup Bakrie untuk menghindari atau melawan Threats yang terdiri dari ancaman lawan partai politik, bisnis, hutang dan reputasi negatif, juga media.
Strategi (WT) :

Melakukan perbaikan terhadap kelemahan yang ada untuk menghindari ancaman yang ada. Ancaman dari lawan partai politik, bisnis, hutang dan reputasi negatif, juga media.
Tabel 4. Kombinasi Strategi Matrik SWOT

Alternatif Perencanaan Strategi Kuantitatif Analisis Diagram SWOT

       
Dari diagram SWOT pada Gambar 1. Diagram Cartesius Analysis SWOT Grup Bakrie, dihasilkan bahwa Grup Bakrie ada pada Kuadran IV yaitu Diversifikasi (Diversification). Maka alternative strategi yang dapat dipakai oleh Grup Bakrie adalah sebagai berikut :
1. Melakukan Strategi Diversifikasi Konsentrik. Dengan cara memaksimalkan setiap anak perusahaan Grup Bakrie untuk menciptakan peluang agar bisa menjadi market leader. Dalam kata lainnya menjadikan anak perusahaan Grup Bakrie sebuah produsen produk. Sampai saat ini, tercatat hanya Bakrie Telecom yang menjadi produsen handphone jaringan CDMA. Terlebih lagi Grup Bakrie bisa memaksimalkan Strength untuk merealisasikan untuk menjadi market leader. Contohnya seperti : Sistem Manajemen yang solid bisa menjadi salah satu kunci sukses bendera Grup Bakrie di kancah perbisnisan. Lalu keuntungan laba yang cukup tinggi bisa menjadi modal dalam menciptakan produksi baru.
2. Melakukan Diversifikasi Horizontal. Dengan cara menambah produk usaha bisnis lain yang tidak berkaitan dengan pelanggan yang sudah ada. Hal ini sama dengan tujuan dari Diversifikasi Konsentrik diatas.

Dan kemudian bila melihat dari rumusan Matrik SWOT pada
Tabel 3. Rumusan Kombinasi Strategi Matrik SWOT. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis model kuantitatif perumusan strategi. Pembuatan analisis model kuantitatif tersebut didasari pada jumlah nilai skor masing-masing faktor. Baik itu Strategi SO, WO, ST, WT. Matriks perencanaan kombinasi strategi kuantitatif adalah sebagai berikut dibawah ini :

IFAS
EFAS
                Strength (S)
              Weakness (W)

Opportunity (O)
Strategi (SO) :
Menggunakan Strength (Kekuatan) untuk memanfaatkan Opportunity (Peluang) = 4.30
Strategi (WO) :
Meminimalkan Weakness (Kelemahan) untuk memanfaatkan Opportunity (Peluang) = 3.90

Threats (T)
Strategi (ST)
Menggunakan Strength (Kekuatan) untuk mengatasi Threats (Ancaman) = 4.45
Strategi (WT) :
Meminimalkan Weakness (Kelemahan) untuk menghindari Threats (Ancaman)= 4.05
Tabel 5. Matriks Perencanaan Kombinasi Strategi Kuantitatif
Matrik perencanaan kombinasi strategi kuantitatif menunjukkan bahwa Grup Bakrie perlu memanfaatkan Strategi ST yang mempunyai nilai skor tertinggi yaitu = 4.45, selanjutnya diikuti Strategi SO = 4.30, WT = 4.05, WO = 3.90. Adapun masing-masing Strategi yang harus dijalankan adalah sebagai berikut :
1. ST : Menggunakan Strength dalam meredam Threats yang dapat mengancam Grup Bakrie.
2. SO : Menggunakan Strength dalam memanfaatkan Opportunity untuk memperluas jaringan bisnis Grup Bakrie
3. WT : Meminimalisasikan dan memperbaiki Weakness yang ada demi mengurangi resiko besar dari ancaman Threats yang bisa datang kapanpun.
4. WO : Memperbaiki Weakness untuk memaksimalkan Opportunity.

KESIMPULAN dan SARAN
Kesimpulan
     
Dari apa yang sudah dijelaskan diatas mengenai Analisis SWOT pada Grup Bakrie, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa Grup Bakrie harus melakukan langkah-langkah perubahan sebagai berikut :
1. Menerapkan Strategi Diversifikasi Konsentrik : yaitu memaksimalkan Strength untuk menciptakan sebuah jaringan bisnis baru.

2. Menerapkan Startegi Diversifikasi Horizontal : yaitu membuat jenis usaha baru yang tidak ada kaitannya dengan pelanggan yang ada. Hal ini untuk menambah pemasukkan profit laba pada Grup Bakrie, meski hal ini perlu dipertimbangkan secara matang agar bisnis baru tersebut dapat berjalan maksimal dan juga tentunya sesuai dengan harapan Pimpinan Manajemen Grup Bakrie.

3. Memperbaiki kelemahan yang ada pada faktor Weakness diatas untuk mengurangi resiko dari ancaman Threats, dan untuk memaksimalkna Opportunity yang juga sudah tercantum diatas. Contohnya seperti : Menjadi Pioneer atau market leader, memaksimalkan peran anak didik/mahasiswa Universitas Bakrie guna menciptakan teknologi terkini yang mampu menyumbang sumbangsih yang besar tak hanya untuk Grup Bakrie sendiri tetapi juga untuk Indonesia. Lalu berperan aktif dalam usaha mengeksplorasi sumber-sumber minyak yang ada dan belum ‘tersentuh’ di Indonesia.
4. Sesungguhnya Grup Bakrie tidak harus merubah secara besar dari apapun yang telah ada, namun perlu dibenahi faktor Weakness yang ada. Seperti : Melunasi hutang, memperbaiki pencitraan yang berlebihan, memperbaiki dan memulihkan nama Grup Bakrie dari reputasi negatif yang tercipta dari banyak macam hal, salah satunya Media. Mensejahterakan karyawan dari jerat Outsourcing, guna menumbuh-kembangkan kecintaan yang besar terhadap perusahaan Bakrie, tempat dimana mereka bekerja.

5.Dan kemudian bersikap waspada terhadap ancaman Threats seperti Political Party (Partai Politik), dan Political Business (Bisnis Politik). Lalu juga memperbaiki citra Grup Bakrie dari Negative Reputation (reputasi negatif), dan juga melunasi hutang (Debt),

 Saran
Berdasarkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan oleh saya terhadap Grup Bakrie yang dinilai dari aspek yang luas, yang diambil dari rekam jejak Grup Bakrie di masa lalu dan di masa sekarang. Dengan kerendahan hati, dikarenakan ilmu serta wawasan yang saya miliki masih rendah, namun saya sangat mengharapkan bila analisis SWOT ini dapat membantu perkembangan Grup Bakrie kedepannya agar bisa maju, sehat, dan tumbuh berkembang.
Terima kasih kepada pembaca, dan khususnya Pimpinan Manajemen Grup Bakrie atas waktu luang yang telah diberikan untuk membaca tulisan ini yang masih belum sempurna. Salam… 

2 komentar: