Sabtu, 14 Januari 2012

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETHOSENTRISME



Diskriminasi
Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain.
Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik sukuantargolongankelaminrasagama dan kepercayaan, aliranpolitik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi
Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.

Etnosentrisme
Menurut Matsumoto (1996) etnosentrisme adalah kecenderungan untuk melihat dunia hanya melalui sudut pandang budaya sendiri. Berdasarkan definisi ini etnosentrisme tidak selalu negatif sebagimana umumnya dipahami. Etnosentrisme dalam hal tertentu juga merupakan sesuatu yang positif. Tidak seperti anggapan umum yang mengatakan bahwa etnosentrisme merupakan sesuatu yang semata-mata buruk, etnosentrisme juga merupakan sesuatu yang fungsional karena mendorong kelompok dalam perjuangan mencari kekuasaan dan kekayaan.

Pertentangan dan Ketegangan dalam Masyarakat
Suatu adanya pertentangan dalam berkehidupan sosial dan integrasi dalam masyarakat pasti ada sebab-sebab yang dapat menimbulkan itu semua.
1.      Perbedaan Kepentingan
Berkehidupan bermasyarakat suatu kehidupan bersosialisasi yang adanya saling berhubungan baik antara individu-individu maupun antara kelompok dan golongan dalam masyarakat.
Bermasyarakat  berarti kehidupan yang dimana setiap anggota satu dan lainnya harus saling memberi dan menerima. Istilahnya saling membantu dan ada rasa kebersamaan dalam menjalakan kehidupan. Rasa solider, toleransi, tenggang rasa, tepa selira sebagai bukti kuatnya ikatan itu. Pada diri setiap anggota terkandung makna adanya saling ikut merasakan dan saling bertanggungjawab pada setiap sikap tindak baik mengarah kepada yang positif maupun negatif.
Adanya rasa cemburu atau rasa sakit terhadap sesama anggota masyarakat satu akan dirasakan oleh anggota lainnya. Karena adanya suatu tidak harmonisasi di kelompok tersebut. Seperti perbedaan-perbedaan pendapat yang tidak dapat ada yang mengalah satu dan lain dan bahkan sering adanya pertentangan-pertentangan.
Itulah sebabnya keadaan masyarakat dan negara mengalami kegoyahan-kegoyahan yang terkadang keadaan tidak terkendali dan dari situlah terjadinya perpecahan dan permusuhan.
Perbedaan kepentingan sebenarnya merupakan sifat naluriah disamping adanya persamaan kepentingan. Bila perbedaan kepentingan itu terjadi pada kelompok-kelompok tertentu, misalnya pada kelompok etnis, kelompok agama, kelompok ideologi tertentu. Sebaiknya kita menghargai suatu perbedaan dan pendapat masing – masing. Ada kalanya suatu perbedaan pasti memberikan kebaikan  sesuai kepercayaan nya masing - masing. Walaupun tujuan dan hasilnya sama.

2.      Berprasangka (Mempunyai Pemikiran yang Negative) 
Berprasangka dapat kita pahami, suatu pemikiran yang beranggapan terhadap seseorang bahwa orang tersebut mempunyai sikap dan prilaku yang buruk dengan adanya kritikan terlebih dahulu. Dalam istilah ilmu agama yaitu “sukhudzon” yang artinya Seseorang yang  secara serta merta pemikiran nya tanpa timbang-timbang lagi bahwa sesuatu yang dilakukan nya buruk. Disisi lain Seseorang yang anggapan dan pemikiran nya selalu mengambil hal yang positif terhadap sesuatu yang dilakukanya di sebut “khusnudzon”.

Oleh karena itu, bisa saja bahwa sikap bertentangan dengan tingkah laku atau tindakan dapat menyebabkan prasangka yang baik maupun buruk.

Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang telampau tergesa-gesa, berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat berat sebelah, dan dibarengi proses simplifikasi (terlalu menyederhanakan) terhadap sesuatu realita jadi mereka hanya langsung mensimpulkan hal yang jeleknya saja tanpa memekirkan hal yang baik nya.
Sebab – sebab adanya Berprasangka
1.      Adanya rasa tidak kemampuan terhadap seseorang yang merasa lebih hebat dari dirinya.
2.      Adanya rasa sakit hati yang pernah di lakukan seseorang terhadap dirinya.
3.      Selalu menilai orang dengan sebelah mata tanpa mengenali dirinya terlebih dahulu.
 Pertentangan-Pertentangan Sosial atau Ketegangan dalam Masyarakat


Integrasi  nasional 
Integrasi  nasional  pada  hakikatnya  adalah  bersatunya  suatu  bangsa  yang  menempati  wilayah  tertentu  integrasi dalam  sebuah  negara  yang  berdaulat.  Dalam  rea!itas  nasional
integrasi  nasional  dapat  dilihat  dari  aspek  politik,  lazim disebut  integrasi  politik,  aspek  ekonomi  (ir!tegrasi  ekonomi, saling  ketergantungan  ekonomi  antardaerah  yang  bekerjasarna  secara  sinergjs),  dan  aspek  sosial  budaya  (integrasisosial  budaya,  hubungan  antara  suku,  lapisan  dan golongan). Secara  umum  integrasi  nasional  mencerminkan proses  persatuan  orang-orang  dari  berbagai  wilayah  yang berbeda,  atau  memiliki  berbagai  perbedaan  baik  etnisitas, sosial  budaya,  atau  latar  belakang  ekonomi,  menjadi  satu bangsa  (nation)  terutama  karena  pengalaman  sejarah  dan politik  yang  relatif  sarna  (Drake,  1989:16).  Selanjutnya, dalam  menjalani  proses  pembentukan  sebagai  satu bangsa  berbagai  suku  bangsa  in!  sebenarnya  mencitacitakan  suatu  masyarakat  baru,  yaitu  sebuah  masyarakat politik  yang  dibayangkan  (imagined  political  community) akan  memiliki  rasa  persaudaraan  dan  solidaritas  yang kental,  memiliki  identitas  kebangsaan  dan  wilayah kebangsaan  yang  jelas  serta  memiliki  kekuasaan memerintah  (Anderson,  1983:15-16).  Dalam  tataran integrasi  politik  terdapat  dimensi  yang  bersifat  vertical menyangkut  hubungan  elit  dan  massa,  baik  antara  elit politik  dengan  massa  pengikut,  atau  antara  penguasa  dan rakyat  guna  menjembatani  celah  perbedaan  dalam  rangka pengembangan  proses  politik  yang  partisipatif,  dan dimensi  horisontal,  yaitu  hubungan  yang  berkaitan

0 komentar:

Posting Komentar